Salah satu bagian penting dari rencana bisnis adalah strategi pemasaran (marketing plan). Perusahaan secara efektif harus merancang marketing plan yang menjelaskan tujuan yang hendak dicapai oleh tim dan membedakan bisnisnya dari kompetitor.

Marketing plan yang tepat akan membantu mewujudkan tujuan bisnis menjadi kenyataan. Rencana pemasaran memberikan arahan, taktik, dan sebagainya, yang menyebabkan bisnis Anda berkembang lebih besar lagi. Sebenarnya, apa itu marketing plan?

Pengertian Marketing Plan

Marketing plan atau rencana pemasaran adalah panduan menyeluruh yang membantu upaya pemasaran suatu bisnis. Di sini akan ditetapkan tujuan pemasaran, cara memahami target potensial, serta optimalisasi terhadap kampanye pemasaran Anda.

Sederhananya, marketing plan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang semua aktivitas pemasaran demi mengubah calon pembeli menjadi pelanggan loyal. Biasanya, sebuah rencana pemasaran mencakup, antara lain:

  • Sasaran pemasaran jangka pendek dan panjang.
  • Gambaran tentang target pasar dan kebutuhan pelanggan.
  • Gambaran tentang aktivitas pemasaran saat ini.
  • Strategi dan taktik pemasaran.
  • Batas waktu terakhir pelaksanaan strategi akan selesai, serta
  • Indikator dan cara mengukur kinerja pemasaran (KPI).

Jika belum pernah menyusun marketing plan, dapat dimengerti bahwa Anda akan mengalami kebingungan di mana harus memulai. Berikut dijelaskan panduan membuat rencana pemasaran yang akan berhasil untuk hampir semua jenis bisnis.

6 Cara Merancang Marketing Plan

Cara Merancang Marketing Plan

Semua marketing plan memiliki dua tujuan. Pertama, mempertahankan loyalitas pelanggan, dan yang kedua adalah menangkap pangsa pasar di segmen tertentu dari target Anda. Berikut adalah langkah yang bisa Anda lakukan untuk membuat sebuah marketing plan yang efektif.

Ketahui Sepenuhnya tentang Bisnis Anda

Jangan anggap remeh tahap ini, pahami dengan pasti mengenai segala hal tentang bisnis Anda. Pebisnis harus mengetahui kondisi terkini bisnis baik dari sisi internal maupun eksternal. Untuk memahaminya, ajukan pertanyaan sederhana seperti:

  • Jenis perusahaan dan cara bisnis berjalan, apakah bergerak di bidang online atau offline?
  • Jenis bisnis yang ditawarkan, apakah penjualan produk atau sektor pelayanan?

Selanjutnya, Anda bisa mengembangkan pertanyaan, seperti:

  • Kondisi penjualan pada kuartal pertama.
  • Jumlah pegawai hingga saat ini.
  • Jenis produk atau pelayanan apa yang akan dikembangkan selanjutnya oleh perusahaan, dan sebagainya.

Agar mudah untuk mendapatkan gambaran tentang kondisi internal bisnis, Anda bisa menggunakan analisa SWOT. Jenis analisa ini terdiri dari beberapa elemen seperti kekuatan dan kelemahan bisnis, peluang, serta ancaman menghambat perkembangan bisnis di masa depan.

Mengidentifikasi Target Pasar

Sebelum merancang marketing plan, Anda perlu menemukan dan memahami demografi spesifik yang menjadi target potensial bagi bisnis. Tidak hanya tempat tinggal, usia dan jenis kelamin, Anda perlu memahami kebiasaan, keputusan, maupun hal-hal yang dianggap menarik.

Jika Anda telah berhasil melakukan identifikasi target, maka pertanyaan-pertanyaan berikut tentu akan bisa terjawab, seperti:

  • Mengapa konsumen harus membeli produk Anda?
  • Apa kemudahan dan kepuasan yang dihasilkan saat membeli produk Anda?

Mengetahui karakter konsumen secara detail akan memudahkan bisnis untuk melakukan strategi dan taktik pemasaran di masa depan. Identifikasi target mampu meningkatkan efektivitas upaya pemasaran dan membantu menghindari pemborosan karena kampanye yang sia-sia.

Mengidentifikasi Pesaing

Apapun jenis bisnisnya, selalu ada pesaing yang menargetkan pelanggan yang sama dengan Anda. Melakukan analisa kompetitor membantu Anda menyusun strategi untuk menghindari kerugian yang bisa ditimbulkannya. Lakukan hal-hal berikut, antara lain:

  • Ketahui siapa pesaing Anda.
  • Temukan keunggulan utama yang ditawarkan competitor.
  • Bagaimana kompetitor menanggapi program untuk pelanggan, seperti diskon dan bonus, yang Anda lakukan, dan sebagainya.

Analisa kompetitor memungkinkan Anda untuk mengembangkan cara yang membedakan bisnis dengan pesaing. Anda dapat menawarkan hal-hal yang mungkin tidak dimiliki oleh pesaing sehingga menjadi menonjol dan mengarahkan target ke bisnis.

Menyusun Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran selayaknya dibuat secara detail yang memuat tujuan dan langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapainya. Sebaiknya gunakan strategi yang berbeda untuk masing-masing tujuan agar aktivitas pemasaran lebih terstruktur dan memudahkan tim.

Buatlah to-do-list tentang hal-hal yang akan dilakukan tim pemasaran untuk mencapai suatu tujuan, hal ini akan mendorong bisnis berkembang. Selain itu, jika ada perubahan, Anda tidak perlu merombak total, cukup sesuaikan saja dengan kondisi yang terbaru.

Menyusun Anggaran

Saat mulai menerapkan strategi pemasaran, lakukan penyusunan anggaran. Perlu diketahui bahwa kegiatan pemasaran membutuhkan bujet untuk promosi, perangkat lunak, event, dan biaya lain. Susun anggaran yang fokus pada setiap kegiatan yang berkaitan dengan pemasaran.

Ketika membuat anggaran untuk kegiatan pemasaran, Anda bisa memperhatikan hal berikut:

  • Jenis-jenis kegiatan pemasaran yang akan dilakukan, dan
  • Dari mana asal anggaran tersebut.

Menggunakan Alat yang Tepat

Gunakan alat yang tepat untuk mengukur keberhasilan tujuan pemasaran. Anda bisa memanfaatkan perangkat lunak online untuk melacak apa yang disukai dan tidak disukai target. Jika punya situs web, gunakan Google Analytics untuk mengukur kinerjanya.

Anda bisa menggunakan aplikasi kasir online berbasis cloud, seperti Mokapos, untuk mengoptimalkan operasional dan melakukan analisa bisnis. Berbagai fitur unggulannya memungkinkan jangkauan lebih banyak pelanggan karena aktivitas penjualan lebih mudah.

Aplikasi kasir memudahkan bisnis menyusun rencana dan taktik pemasaran karena menyediakan laporan penjualan real time, baik offline maupun online. Manfaatkan Mokapos untuk mendukung perkembangan bisnis Anda menjadi lebih baik di masa mendatang.