Barang pecah belah merupakan jenis barang yang paling rentan rusak selama proses pengiriman, terutama pada perjalanan jarak jauh dan perpindahan antar gudang sortir. Berdasarkan data logistik 2025, lebih dari 40% kasus kerusakan paket terjadi pada kategori barang rapuh, yang sebagian besar disebabkan oleh teknik pengemasan yang tidak sesuai. Hal ini menjadi perhatian penting bagi masyarakat Banjarwangi, Garut, serta pelaku UMKM yang aktif mengirim produk ke berbagai kota.
Barang seperti gelas, piring, keramik, vas dekorasi, elektronik mini, hingga suvenir memerlukan metode packing yang tepat agar tetap aman saat melewati perjalanan panjang. Terlebih lagi, pengiriman antarkota seperti ongkir Bekasi Malang atau ongkir Bekasi ke Jogja semakin sering digunakan, sehingga risiko tekanan dan guncangan pada paket semakin tinggi.
Berikut ini tujuh tips packing barang pecah belah agar aman dan tidak retak sampai tujuan.
Mengapa Barang Pecah Belah Membutuhkan Teknik Packing Khusus?
Barang pecah belah membutuhkan perlindungan khusus karena memiliki struktur yang mudah rusak akibat benturan, tekanan, dan guncangan selama perjalanan. Pada proses pengiriman, paket akan melalui berbagai tahapan: penjemputan kurir, sortir gudang, perpindahan kendaraan, hingga tumpukan paket lainnya. Semua tahapan tersebut meningkatkan risiko kerusakan jika packing tidak dilakukan dengan benar.

Teknik packing yang tepat diperlukan untuk meminimalkan risiko tersebut tanpa menambah beban biaya secara berlebihan.
1. Pilih Bahan Pelindung Berkualitas
Bahan pelindung menentukan seberapa kuat perlindungan yang diterima barang pecah belah. Pilih material yang mampu menyerap tekanan dan melindungi permukaan barang dari benturan.
Bubble Wrap
Bubble wrap adalah pelindung paling efektif untuk barang rapuh. Gelembung udaranya berfungsi sebagai bantalan yang meredam benturan. Untuk barang yang sangat sensitif, gunakan dua hingga tiga lapisan.
Kertas dan Karton Tambahan
Kertas kraft atau potongan karton membantu melindungi bagian kecil dan mengisi ruang kosong agar barang tidak bergerak selama perjalanan.
Foam Sheet atau Styrofoam
Foam sheet cocok untuk barang dekorasi, elektronik kecil, atau kerajinan. Material ini ringan namun memiliki daya tahan yang baik terhadap tekanan.
2. Bungkus Barang Satu per Satu
Setiap barang pecah belah harus dibungkus secara individual untuk mencegah gesekan dan benturan antar barang. Teknik ini berlaku untuk piring, gelas, vas, figur dekorasi, atau barang dengan bentuk tidak simetris.
Teknik pembungkusan satu per satu juga penting saat menerapkan cara packing barang besar yang memerlukan ruang stabil agar tidak bergeser saat perjalanan jauh.
3. Gunakan Teknik Lapisan Berlapis (Layering)
Teknik layering memastikan barang memiliki perlindungan maksimal di setiap sisi. Terdapat tiga lapisan utama:
Lapisan Pertama
Lapisan yang menempel langsung pada barang, menggunakan bubble wrap atau foam sheet.
Lapisan Kedua
Tambahan pelindung berupa karton tebal untuk menciptakan jarak dan meredam tekanan.
Lapisan Ketiga
Kardus luar yang menjadi penahan utama terhadap tekanan tumpukan paket.
Teknik ini sangat efektif untuk pengiriman jarak jauh yang memerlukan perlindungan berlapis.
4. Pilih Kardus yang Ukurannya Pas
Kardus yang tepat membantu menjaga barang tetap stabil. Kardus terlalu besar memberi ruang gerak yang menyebabkan barang mudah bergeser, sedangkan kardus terlalu kecil memberikan tekanan berlebih pada barang.
Tips Memilih Ketebalan Kardus
- Kardus single wall cocok untuk barang ringan atau pengiriman jarak dekat.
- Kardus double wall direkomendasikan untuk barang berat atau jalur pengiriman panjang.
5. Isi Celah Kosong dengan Pengganjal
Celah kosong harus diisi untuk mencegah barang bergerak saat diguncang. Gunakan kertas remuk, potongan karton, atau foam peanuts.
Teknik ini sangat penting terutama untuk jalur panjang seperti ongkir Bekasi ke Jogja yang melalui beberapa titik pemindahan paket.
6. Rekatkan dan Segel Kardus Secara Maksimal
Penyegelan yang kuat menggunakan lakban tebal sangat penting agar kardus tidak terbuka saat melewati proses sortir. Teknik segel “H” adalah metode terbaik untuk memastikan semua sisi kardus tertutup dengan baik.
Metode ini juga sangat efektif ketika digunakan untuk cara packing barang besar yang memerlukan kekuatan tambahan pada segel.
7. Beri Label Fragile atau Barang Pecah Belah
Label peringatan membantu kurir memahami bahwa paket membutuhkan penanganan khusus. Selain tulisan fragile, tambahkan simbol panah agar posisi barang tidak terbalik selama proses pengiriman.
Meskipun tidak menjamin 100% aman, penandaan dapat mengurangi risiko perlakuan kasar pada paket.
Rekomendasi Pengiriman Aman
Untuk pengiriman barang pecah belah, penting memilih layanan logistik yang berpengalaman dalam menangani paket rapuh. Insan Cargo Bekasi dapat menjadi pilihan yang tepat karena melayani berbagai kebutuhan pengiriman barang, termasuk barang pecah belah dan barang besar dengan penanganan lebih hati-hati.
Insan Cargo Bekasi berlokasi di: Jl. Radar Selatan No.75, Jaticempaka, Kec. Pd. Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Layanan ini cocok bagi pengirim yang ingin memastikan keamanan barang sampai tujuan, terutama untuk rute antarkota yang memerlukan proses sortir berlapis.
Penutup
Mengemas barang pecah belah memerlukan teknik yang tepat dan bahan pelindung yang sesuai. Dengan menggunakan metode pelapisan berlapis, memilih kardus yang pas, mengisi celah kosong, serta menyegel kardus dengan kuat, risiko kerusakan dapat diminimalkan. Penambahan label fragile dan tes guncangan sebelum dikirim juga membantu memastikan pengemasan benar-benar aman.
Metode ini sangat bermanfaat untuk kebutuhan pribadi maupun UMKM yang sering mengirim produk ke berbagai daerah.