UTS Tertulis vs Take Home: Keuntungan dan Kerugian

Gaya ujian setiap mata kuliah memang berbeda-beda tergantung dosen dan mata kuliahnya. Ada yang lebih menyukai ujian di dalam ruangan, ada pula yang lebih memilih menyerahkan tugas take home untuk dikerjakan mahasiswa di rumahnya (baca: kos) masing-masing.

Terutama UTS, banyak sekali ujian yang dikerjakan take home daripada yang dikerjakan di dalam ruang ujian.

Nah, kali ini banjarwangi.com akan membagikan keuntungan dan kerugian kedua tipe ujian tengah semester ini.

3. UTS Tertulis vs Take Home: Deadline Pengerjaan

Jangan tumpuk di akhir (Image by Altus Host)

Jangan tumpuk di akhir (Image by Altus Host)

UTS Tertulis biasanya bikin pusing di hari H, atau paling tidak satu sampai dua hari sebelum waktu ujian yang sebenarnya untuk belajar.

Meskipun waktunya singkat, paling lama hanya 90 menit, tetapi UTS Tertulis tidak akan lama-lama menghantuimu.

Berbeda dengan UTS take home yang meskipun nggak bikin kamu deg-degan di depan pengawas ujian, tetapi cukup menyita banyak waktu.

Well, sebenarnya kamu cukup meluangkan waktu sebentar saja untuk mengerjakan UTS take home kamu, tetapi kalau kamu tipe deadliner yang suka menumpuk pekerjaan di akhir tenggat waktu, nampaknya kamu harus segera pasang rambu-rambu ya kalau dapat UTS tipe ini.

2. UTS Tertulis vs Take Home: Bentuk Ujian

Ujian Tertulis (Image by psmb.org)

Ujian Tertulis (Image by psbm.org)

Kamu jelas tidak bisa membuka buku (kecuali ujian open book), bertanya kepada teman, apalagi kerja kelompok ketika sedang UTS tertulis di ruang ujian.

Berbeda dengan tugas take home yang lebih longgar dan bisa kapan dan dengan siapa dikerjakan. Sumber-sumber data pun bisa dengan mudah kamu dapatkan dari buku-buku dan internet.

Tapi…

Hampir semua UTS take home selalu berbentuk paper atau makalah. Jadi jangan harap kamu dapat soal-soal teori kalau UTS kamu take home.

1. UTS Tertulis vs Take Home: Pengawas

Jangan malas-malasan karena ngak diawasi ya (Image by College Greenlight)

Jangan malas-malasan karena ngak diawasi ya (Image by College Greenlight)

Ada banyak tipe pengawas ketika ujian. Misalnya pengawas yang killer, yang selalu curiga kita berusaha mengirim sinyal minta jawaban ketika kita bersin, atau pengawas yang tidak mau tahu kondisi ruangan dan membiarkan peserta ujian bertanya sesuka hati, hingga pengawas ngeselin yang suka ngobrol dan mengganggu konsentrasi kamu.

Tetapi seperti apapun tipe pengawasnya, yang jelas kamu akan selalu merasa diawasi dan nggak akan bisa lupa kalau kamu sedang ujian.

Berbeda dengan ujian take home, kalau kamu tidak belajar untuk disiplin dengan diri sendiri, kamu bisa keteteran di akhir deadline.

Bagusnya, kamu bisa mengerjakan dengan lebih santai sambil ngopi karena tidak ada pengawas.

 

Nah, itu dia tiga keuntungan dan kerugian uts tertulis dan take home dari banjarwangi.com. Apapun bentuk uts kamu, kalau kamu sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, hasilnya juga pasti baik kan?

Jika bermanfaat, mohon like fb page kami ya!!

Yuk share artikel ini ke social media kamu.

Komentar

comments

Leave a Reply