Ini Dia Bedanya Senioritas di SMA dan di Kampus

Masih terbayang-bayang dengan tayangan akan ngerinya Ospek di perguruan tinggi?

Jangan sampai hal itu membuatmu ciut pada semester awal kamu di kampus. Atasi kekhawatiran-kekhawatiran tadi dengan mengenali senioritas di kampus kamu. Seperti apa sih sistem senioritas di kampus itu? Lalu, apa bedanya dengan senioritas di SMA?

Yuk kita simak informasi berikut ini.

 

1. Senioritas di Kampus Hanya Kejam di Awal Saja

Awal yang kejam. Tenang, cuma di awal saja (Image by bimagtresna)

Awal yang kejam. Tenang, cuma di awal saja (Image by bimagtresna)

Ini bisa jadi kabar yang melegakan buat kamu, mahasiswa baru.

Orang bilang senioritas di kampus mengerikan, bikin stress, dan segala macam. Faktanya karena di kampus memakai sistem SKS, bisa jadi kamu justru sekelas dengan kakak tingkat atau adik tingkat kamu nantinya.

Percaya atau tidak, hal ini justru membuat hubungan antara adik tingkat dan kakak tingkat jadi lebih dekat dibanding ketika SMA.

 

2. Senior dan Junior Akan Sering Saling Membutuhkan

Senior dan junior akan saling membutuhkan (News.okezone)

Senior dan junior akan saling membutuhkan (Image by News.okezone)

Mulai dari saling pinjam meminjam buku pegangan mata kuliah tertentu, sontekan tentang bagaimana cara memperlakukan dosen tertentu, hingga saling bantu membantu dalam urusan tugas kuliah.

Kamu hanya akan menemui yang semacam ini setelah masuk kuliah saja.

Bahkan bisa jadi untuk mengirit pengeluaran, seorang mahasiswa memakai textbook secara bergantian dengan kakak tingkatnya ketika sedang menempuh mata kuliah yang sama di jam yang berbeda.

 

3. Senioritas Baru Terasa Setelah Masuk Organisasi

Berasa jadi anak kecil, junior suka ciut di hadapan senior (Tabloid-nakita)

Berasa jadi anak kecil, junior suka ciut di hadapan senior (Tabloid-nakita)

Kalau di SMA senioritas terasa sepanjang tahun selama kamu menjadi adik kelas, di dunia kuliah beda lagi.

Kamu mungkin tidak akan merasakan senioritas yang berlebihan ketika berada dalam perkuliahan. Tetapi buat kamu yang berencana menjadi mahasiswa aktivis dengan mengikuti organisasi, harus siap-siap dari sekarang.

Sebab senioritas baru akan kamu rasakan setelah berkecimpung dalam organisasi. Terutama karena kakak-kakak tingkat biasanya menduduki posisi yang penting dalam organisasi itu. Misalnya, ada senior yang sudah menjadi kepala departemen tertentu, sedangkan kita hanya terdaftar sebagai staffnya saja.

4. Tidak Semua Senior di Kampus Terdeteksi Sebagai Senior

Senior dan junior terlihat sama semua (Image by Study Vacation)

Senior dan junior terlihat sama semua (Image by Study Vacation)

Ini adalah satu hal yang pasti. Jika semasa SMA dulu senior-senior mudah dikenali lewat seragam yang biasanya lebih lusuh dari juniornya dan tanda di seragam sekolahnya. Di kampus belum tentu.

Sebab, di kampus kita tidak lagi pakai seragam. Menebak asal angkatan senior kita dari wajahnya saja belum tentu tentu ada jaminannya.

Usia masuk perguruan tinggi biasanya bervariasi. Teman angkatan sendiri saja bisa beda hingga dua tahun atau lebih. Bisa jadi justru senior kamu yang lebih muda dari kamu loh.

 

5. Kamu Akan Kesulitan Menghapal Nama-Nama Senior

Siapa ya nama kakak itu? (Image by Isi Good)

Siapa ya nama kakak itu? (Image by Isi Good)

Kalau di masa SMA nama-nama senior mudah diingat dan gampang dikenali. Di kampus beda lagi.

Biasanya di awal masuk ketika sedang musim Ospek, mahasiswa baru akan dituntut untuk kenal dengan seniornya dengan membuat buku teman atau semacamnya.

Karena banyaknya jumlah mahasiswa yang belajar di universitas tempat kamu menuntut ilmu, mustahil juga untuk menghapal nama dan wajah mereka bukan?

 

Jadi, masih takut dengan isu-isu tentang senioritas di kampus?

Jika bermanfaat, mohon like fb page kami ya!!

Apa pun jawabannya, jangan sampai bayangan tadi menghantui semester-semester awalmu. Merasa artikel ini bermanfaat? Jangan lupa untuk share artikel banjarwangi.com ke social media kamu supaya teman-temanmu bisa merasakan manfaatnya juga.

Komentar

comments

Leave a Reply