6 Cara Ampuh Membuat Target Wisuda Untuk Mahasiswa Selow

Jika  Awkarin yang punya relationship goals-nya.

Sebagai mahasiswa kita juga harus punya goals tersendiri lho.

Goals mahasiswa adalah target wisuda.

Menentukan target wisuda adalah hal yang penting.

Dengan target wisuda, kita dapat merencanakan kapan kita harus memulai mengerjakan skripsi, sidang, hingga wisuda.

Membuat target wisuda dapat membantumu dalam menentukan lamanya masa studi.

Sayangnya, membuat target wisuda seperti ini tidak begitu disukai oleh mahasiswa tipe selow.

Meskipun begitu, kamu masih bisa membuat target wisuda dengan cara yang simpel, lho!

1. Renungkan kembali apa tujuanmu berkuliah

Renungkan kembali apa tujuanmu berkuliah

Image by 500px.com

Waktu terus berlalu dan tak terasa kamu telah menjadi mahasiswa tingkat akhir.

Rasanya baru beberapa bulan yang lalu kamu mengikuti orientasi mahasiswa.

Eh, tahu-tahu udah mau lulus aja.

Supaya target wisudamu tidak tertunda dan molor terlalu lama, kamu dapat merenungkan kembali apa tujuanmu berkuliah selama ini.

Ingatlah kembali perjuanganmu saat masuk ke universitas impianmu beberapa tahun lalu.

Mengingat kembali tujuanmu berkuliah dapat mengembalikan fokus utamamu terhadap target wisudamu.

2. Tanyakan pada hatimu apa impianmu yang sesungguhnya

Tanyakan pada hatimu apa impianmu yang sesungguhnya

Image by 500px.com

Kamu berangkat kuliah bukan tanpa tujuan.

Segudang mimpi dan harapan telah kamu rancang untuk masa depan.

Tanyakan pada hatimu apa yang menjadi cita-cita dan impianmu selama ini.

Jangan sampai asyiknya jadi mahasiswa membuatmu terlena.

Mengingat dan mengupayakan mimpi-mimpi akan melecutkan semangatmu untuk dapat lulus dengan baik diwaktu yang tepat.

Jangan sampai perjuanganmu yang telah diupayakan menjadi sia-sia ya!

3. Petakan kesibukan dan aktivitasmu

Petakan kesibukan dan aktivitasmu

Image by 500px.com

Saat menjadi mahasiswa akhir tidak dipungkiri kamu juga memiliki banyak kesibukan yang lain.

Entah ikut partime, ikut LSM, magang, maupun merintis usaha sendiri.

Banyaknya aktivitas yang kamu miliki ini tentu membuatmu menjadi semakin sibuk.

Jangankan memikirkan target wisuda, untuk sekedar memikirkan skripsi saja kamu tak memiliki waktu.

Solusinya, kamu dapat memetakan apa saja aktivitas dan kesibukanmu.

Peta-kan aktivitas-aktivitasmu yang menguras tenaga.

Kemudian, carilah dalam waktu seminggu hari-hari yang menurutmu luang dan longgar.

Kamu dapat mengisi waktu luangmu itu untuk membuat skripsi.

Jika memungkinkan, kamu dan dosen pembimbingmu dapat menentukan waktu khusus untuk keperluan konsultasi skripsi.

4. Buatlah Skala Prioritas

Buatlah Skala Prioritas

Image by 500px.com

Banyaknya kesibukan membuatmu bingung untuk mendahulukan aktivitas mana yang terlebih dahulu dikerjakan.

Solusinya, kamu bisa membuat skala prioritas.

Urutkan aktivitas-aktivitas yang menurutmu penting dan urgen untuk dikerjakan.

Jadi, jangan sampai kesibukanmu mengganggu langkah-langkahmu menuju wisuda, ya.

5. Pertimbangkan kelebihan dan kekurangan lulus cepat dan lulus sedikit terlambat

Pertimbangkan kelebihan dan kekurangan lulus cepat dan lulus sedikit terlambat

Image by 500px.com

Wisuda itu bukan ajang lari marathon.

Dalam situasi tertentu, lulus terlalu cepat tidak begitu berpengaruh.

Namun, ada pula mahasiswa yang lenih memilih untuk lulus cepat dengan alasan tertentu.

Tak selamanya pula lulus sedikit terlambat merupakan pilihan yang buruk.

Misalnya saja seseorang yang terlambat lulus karena mengikuti pertukaran mahasiswa keluar negeri.

Atau, seorang mahasiswa yang sedang mewakili kampus untuk sebuah kompetisi.

Jadi, pertimbangkan baik – baik kelebihan dan kekurangannya, ya.

6. Tentukan Target Wisuda

Tentukan Target Wisuda

Image by 500px.com

Berbagai macam pertimbangan telah kamu lakukan.

Kini, saatnya kamu menentukan target wisuda.

Mau wisuda  cepat atau lambat, semua tergantung pilihanmu masing-masing, ya.

 

Jika bermanfaat, mohon like fb page kami ya!!

Kalau kamu sendiri, memilih wisuda cepat atau sedikit terlambat, gais?  Pilihan mana yang lebih sesuai denganmu? Apa alasan dan pertimbangannya? Jangan lupa tulis pendapatmu di kolom komentar di bawah ini, ya..

Komentar

comments

Leave a Reply