Ryan Gondokusumo Pekerjakan Puluhan Ribu Orang Melalui Dunia Maya

Bagi para pekerja freelance khususnya yang berhubungan erat dengan jasa pembuatan desain, program software, dan content writer mungkin sudah tak asing lagi dengan situs Sribu.com atau Sribulancer.com. Kedua situs marketplace yang mempertemukan antara klien baik lokal maupun mancanegara, dengan para pekerja lepas ini memang berjasa besar karena turut membantu menciptakan lapangan kerja dan menekan tingginya angka pengangguran di tanah air.

Lalu siapakah salah satu sosok yang berperan aktif di balik berdirinya kedua situs tersebut? Ryan Gondokusumo-lah orangnya. Meski sebelumnya alumni Universitas Purdue, Indiana, Amerika Serikat jurusan Teknik Elektro ini sudah mapan karena bekerja sebagai Head of Business Development di PT. Bayu Buana Travel, namun kerinduannya yang kuat untuk mencoba membangun bisnis sendiri tidak dapat dibendung.

 

Sribu.com Hanyalah Permulaan Saja

Berbekal pengalaman manajemen yang pernah diperolehnya ketika bekerja selama 3 tahun itu, bersama sang rekan Wenes Kusnadi, Ryan mulai menjajal peruntungannya dengan merintis bisnis jual beli desain online yang dihadirkannya lewat situs Sribu.com. Pada waktu itu bidang desain menjadi pilihannya dikarenakan saat masih bekerja, tim desainer di kantor tersebut tidak berhasil membuat desain kalender sesuai keinginan sang pimpinan.sribu-logo

Sebagai solusinya, pria yang akhirnya lebih memilih menjadi businessman ketimbang engineer ini lantas memutar otak dan mencoba membuat kontes desain kalender di Kaskus dengan iming-iming ponsel BlackBerry sebagai imbalannya. Upayanya tersebut mendatangkan hasil yang cukup mengejutkan, karena hanya dalam waktu seminggu, penggemar olahraga basket ini mendapat kiriman lebih dari 300 desain kalender.

Pengalaman tersebut membuat mata penggemar buku karya Malcolm Gladwell ini tercelikkan dan ia pun menyadari besarnya dampak sistem crowdsouring di tanah air. Mantan karyawan PT. Sigma Cipta Caraka tersebut pun terinspirasi untuk membuka bisnis dengan sistem yang sama, apalagi pada waktu itu belum ada perusahaan semacam itu di tanah air.

Sungguh merupakan peluang bisnis yang menjanjikan dikarenakan belum adanya saingan. Diakuinya bahwa memulai usaha sendiri bukanlah hal yang mudah, apalagi modal awal yang dipakainya berasal dari dana pribadi. Namun untungnya usaha dan kerja keras pria asal Jakarta tersebut tidak sia-sia.

Setelah 6 bulan berlalu, Sribu.com yang berdiri tahun 2011 mulai dilirik investor dan secara bertahap, bisnis pria kelahiran 16 Januari 1985 ini pun memperoleh sokongan dana dari berbagai pihak mulai dari East Ventures hingga Infoteria Corporation yang berasal dari negeri bunga sakura, Jepang.

Silakan baca juga: Begini Cara Memulai Usaha Cafe

Ini Alasan Mengapa Sribulancer Lahir

ryan-sribu

Sukses menjalankan Sribu.com tidak lantas membuat pria yang suka dengan tantangan baru tersebut berpuas diri. Visinya yang membentang jauh ke depan membuatnya menyadari bahwa lingkup pasar Sribu.com masih terlalu kecil sehingga perlu diperluas lagi.

Apalagi dalam perjalanannya, Sribu.com sempat mengalami kendala mulai dari segi pembayaran yang masih sulit bila menggunakan kartu kredit, rendahnya pengertian masyarakat soal sistem kerja situs tersebut, hingga kecilnya kemungkinan bagi perusahaan untuk memesan desain logo berulang kali.

Setelah berdiskusi dengan perwakilan investor dari Infoteria dan menganalisa kebutuhan pasar di Indonesia, akhirnya pria berkacamata inipun memutuskan untuk melebarkan sayap bisnisnya ke area jual beli jasa lain yang mirip dengan Lancers dan CrowdWorks, yaitu dengan membuka Sribulancer.com tahun 2014.

Berbeda dengan Sribu.com yang hanya bergerak di bidang desain, Sribulancer.com merupakan sarana yang menawarkan jasa lebih luas seperti pembuatan dan pengembangan website/ aplikasi, pembuatan artikel/ konten, pemasaran, data entry, admin, dan lain-lain.

sribu-lancer

Sribulancer.com

Halo Diana Merupakan ‘Anak’ Sribulancer

Kepekaan Ryan dalam membaca kebutuhan klien, baik itu perorangan maupun perusahaan, membuatnya menyadari bahwa salah satu jasa yang dijual di Sribulancer, yaitu asisten pribadi virtual, perlu mendapat wadahnya sendiri karena terlalu ramai peminat.

Dari situlah mantan karyawan Distribution Service Technologies kemudian membuka start up baru lagi bernama “Halo Diana”, yang sistem kerjanya mirip dengan YesBoss. Tidak seperti Sribu.com dan Sribulancer.com yang memakai platform website di internet sebagai media komunikasinya, untuk saat ini, Halo Diana justru memakai fitur SMS.

Hanya dengan SMS ke nomor yang ditentukan, pengguna bisa mendapat berbagai bantuan sepele mulai dari pemesanan tiket pesawat atau makanan, pembuatan brosur/ kartu nama, dan lain-lain.

Dan saat ditanya apakah Halo Diana tidak membuat kedua bisnisnya yang lain jadi terbengkalai, pria berusia 31 tahun ini menegaskan bahwa saat ini, baik Sribu maupun Sribulancer, keduanya sudah cukup stabil sehingga ia dapat lebih berfokus pada pengembangan bisnis asisten pribadi virtualnya.

Bekerja Kini Tak Harus Ngantor

Yang menarik dari ketiga situs di atas adalah tidak diperlukannya bangunan kantor khusus. Siapa saja yang ingin bekerja sebagai freelancer juga tidak diwajibkan memiliki ijazah tinggi selama ia mempunyai ketrampilan dan pengalaman yang memadai untuk mengerjakan tugas yang ditentukan.

Para pencari kerja juga tak harus repot dan datang melamar ke perusahaan-perusahaan. Bila ia sudah memiliki modal awalnya saja seperti niat, kemampuan, kuota internet, serta komputer, laptop, atau smartphone, maka melalui Sribu.com, Sribulancer.com, maupun Halo Diana, Anda bisa bekerja dari mana saja dan kapan saja.

Dan bagi para klien yang ingin mempekerjakan seseorang untuk membantunya menyelesaikan proyek tertentu, ia pun tak perlu wajib memiliki kantor, atau bertatap muka langsung dengan mereka. Cukup lampirkan detail pekerjaan yang harus diselesaikan, tunggu, dan pilih kandidat pekerja yang memiliki rating serta review tinggi.

Jika bermanfaat, mohon like fb page kami ya!!

Daftar Pustaka: Techinasia

Komentar

comments

Leave a Reply