“Jangan Takut Gagal dan Bila Gagal, Jangan Menyerah”, Ungkap Founder Bukalapak.com

Di balik posisinya yang cukup bergengsi yakni sebagai CEO Bukalapak yang merupakan salah satu situs jual beli online terbesar di tanah air, Achmad Zaky sebenarnya merupakan sosok yang low profile.

Pria asal Sragen, Jawa Tengah, ini mengaku dulunya sempat minder, khususnya ketika mulai duduk di bangku kuliah.

Jangankan bermimpi bisa fasih dalam berbahasa Inggris, pria kelahiran 24 Agustus 1986 tersebut bercerita bahwa sejak kecil, ia sudah terbiasa berbicara memakai bahasa Jawa.

Jadi saat mulai melangkahkan kakinya masuk ke ITB, pria yang akrab dipanggil Zaky ini menganggap bahwa semua mahasiswa di sana tergolong cerdas hanya karena mereka berbicara menggunakan bahasa Indonesia.

Namun justru lingkungan baru itulah yang menjadi semangatnya untuk maju. Tak tanggung-tanggung, pada semester pertamanya, pria yang sudah akrab dengan dunia komputer sejak umur 11 tahun tersebut berhasil mendapatkan nilai IPK sempurna.

Sudah Berprestasi Sejak Dulu

Prestasi alumni ITB Jurusan Teknik Informatika ini tak hanya teruji saat masa kuliah saja. Sewaktu masih mengenyam pendidikan dibangku SMA misalnya, pria berkacamata tersebut pernah memenangkan ajang Olimpiade Sains Nasional. Selain itu, pendiri Entrepreneur Club ITB (TEC ITB) ini juga disebut-sebut sebagai pelopor lahirnya jurusan Share Global Student Think-Tank di ITB.

Pria yang masih sering menjadi narasumber Amateur Radio Club ITB ini juga pernah meraih juara kedua dalam kompetisi Indosat Wireless Innovation Contest tahun 2007. Pria yang namanya masuk dalam jajaran Daftar 10 Teknopreneur Berpengaruh se-Asia Tenggara tersebut juga pernah mendapatkan penghargaan Merit Award tahun 2008 dalam acara INAICTA atau Indonesia ICT Awards.

Pria yang pernah mendapat beasiswa dari pemerintah Amerika Serikat untuk belajar di Oregon State University pada tahun 2008 tersebut, juga sempat menjadi perwakilan almamaternya dalam kompetisi Harvard National Model United Nations (2009).

Tetap Optimis Meski Pernah Gagal

Tak hanya cerdas secara akademis, pria yang berpendapat bahwa masa kuliah dan 2 tahun setelah lulus merupakan momen kritis bagi masa depan seseorang ini juga memiliki kepribadian yang positif dan optimis.

Terbukti saat usaha mie ayam yang dirintisnya ketika kuliah, gulung tikar dan menghabiskan semua uang hasil lombanya, suami Diajeng Lestari ini tetap bangkit. Meski sempat trauma namun akhirnya pria yang mengakhiri masa lajangnya pada tanggal 17 Oktober 2010 tersebut memutuskan untuk menganggap kegagalannya tersebut seperti sebuah sekolah yang perlu biaya mahal bila ingin belajar.

Lahirnya Bukalapak

bukalapak

Setelah lulus kuliah, pria yang mendirikan Hijup.com bersama sang istri tersebut membangun sebuah perusahaan konsultasi khususnya di bidang teknologi komputer bernama Suitmedia. Namun keberhasilan usahanya tersebut ternyata belum membuatnya puas. Ayah dari Laiqa Anzani ini menginginkan sesuatu yang lebih besar dan juga bisa berguna bagi masyarakat.

Dari keinginan tersebut, pria berusia 30 tahun ini pun memutuskan untuk membuat sebuah website belanja online yang tak hanya gratis namun juga sederhana sehingga bermanfaat bagi banyak orang, khususnya para pemilik UKM di tanah air. Dan inilah yang menjadi latar belakang berdirinya Bukalapak.com pada tahun 2010.

Sama seperti bisnis lain yang perlu waktu untuk berkembang, Bukalapak juga menghadapi berbagai tantangan pada mulanya. Meski dilabeli dengan embel-embel daftar gratis, namun minat para pedagang cilik pada saat itu masih tergolong kecil sehingga susah untuk diajak bergabung dalam komunitas toko online Bukalapak.

Silakan baca juga: 9 Cara Promosi Produk Toko Online Secara Gratis dan Efektif

Menghadapi minimnya pengetahuan masyarakat akan manfaat internet bagi sebuah bisnis, pria yang orang tuanya berprofesi sebagai guru ini pun memutuskan untuk terjun langsung ke mall dan mengajak para pedagang di sana agar bersedia membuka lapak online di situsnya.

Pria yang pantang berputus asa ini pun berusaha keras, salah satunya dengan mendidik masyarakat agar mencicipi sendiri dampak e-commerce bagi omzet bisnis mereka.

Usaha pria yang meyakini bahwa sukses bukan hanya untuk mereka yang bergelar S1 saja tersebut tak sia-sia. Perlahan tapi pasti, jumlah pedagang kecil yang membuka toko online di Bukalapak kian bertambah dari waktu ke waktu, hingga saat ini sudah ada lebih dari 10 ribu merchant yang bergabung.

Omzet Bukalapak yang dinilai cukup signifikan oleh beberapa kalangan membuat pihak Alibaba, Facebook, Softbank, IMJ Investment, Gree Ventures, 500 Startups, Emtek Group, Batavia Incubator, bahkan Google memutuskan untuk menjadi investor bagi Bukalapak.

Saran Zaky Buat Yang Ingin Berbisnis

Baik itu Suitmedia, Bukalapak, hingga Hijup, semuanya kini dilakoni oleh pria yang mengaku selalu mendapatkan ide baru dari masalah yang timbul. Seperti untuk Bukalapak misalnya, lulusan SMA Negeri 1 Solo tersebut mendapatkan ide membuka situs e-commerce karena ia kerap mendengar keluhan teman-temannya yang tertipu saat belanja online. Ia pun kemudian berinisiatif untuk membuka situs jual beli online yang terpercaya.

Baginya, yang terpenting adalah apakah usaha tersebut sesuai dengan kompetensinya. Meski awalnya Suitmedia hanya bergerak di bidang engineering saja, akan tetapi seiring waktu berjalan, pencipta perangkat lunak quick count MobiSurveyor ini mendapati bahwa usahanya tersebut kompeten juga bila melebarkan sayapnya ke bidang desain.

“Fokus pada bidang yang menjadi kompetensi kita” merupakan saran dari pria yang percaya bahwa sukses itu sekarang ini. Jadi kepada siapa saja yang ingin sukses dalam berbisnis, tak perlu tunggu nanti. “Jangan buang waktu memikirkan bidang yang di dalamnya kita kurang kompeten.”

Nasihat lain dari pria yang dianugerahi Tanda Kehormatan Satyalancana oleh Presiden Jokowi adalah, “jangan takut gagal dan bila gagal, jangan menyerah”, karena menurutnya justru kegagalan di masa lalulnyaah yang membuatnya bisa sukses dan berhasil seperti sekarang.

Fokuslah 100% pada bidang yang Anda geluti, karena bekerja itu seperti menikah. Kita perlu menuangkan seluruh jerih payah kita untuk menjadikannya berhasil. Anda setuju?

Jika bermanfaat, mohon like fb page kami ya!!

Daftar Pustaka: Techinasia

Komentar

comments

One Response

Leave a Reply