Tak Perlu Tunggu Tua Untuk Wujudkan Mimpi Besar, Catherine Hindra Buktinya

Mimpi memang bisa menjadi sekedar angan-angan belaka bila tidak disertai dengan niat, semangat, dan kerja keras untuk mewujudkannya.

Meski semua orang sebenarnya dapat meraih impiannya, namun hanya sedikit yang benar-benar memiliki tekad sekuat baja dalam proses penggapaiannya.

Pasalnya, mengejar mimpi juga bukanlah proses yang mudah, pasti ada banyak tantangan dan penghalang yang selalu membuat kita ingin menyerah saja. Di sinilah letak perbedaannya, mengapa sebagian orang bisa menggapai mimpinya, sedangkan lainnya tetap saja jalan di tempat.

Mimpi + Strategi = Jalan Menuju Sukses

Kesuksesan Catherine Hindra selaku direktur pengelola Zalora Indonesia, di dunia e-commerce sebenarnya dimulai dari mimpi besarnya. Wanita kelahiran 14 Januari 1983 tersebut ingin menjadikan bisnis online sebagai solusi bagi konsumen agar dapat membeli produk ritel berkualitas serta bermerk dengan cara praktis dan harga bersaing.

Harapannya adalah bahwa pembeli tak perlu lagi harus mampir ke toko bila ingin membeli baju, atau capek-capek fitting guna mencari ukuran yang pas, karena hanya dengan melakukan beberapa klik saja ketika belanja online, maka barangpun siap dikirim ke rumah konsumen.

Namun wanita bernama lengkap Catherine Hindra Sutjahyo ini tak hanya pandai bermimpi saja. Ia menyadari bahwa butuh strategi tepat dalam mewujudkan impian tersebut.

Perempuan asal kota pahlawan, Surabaya, ini pun mulai menganalisa dan berhasil menemukan bahwa ada potensi besar bagi bisnis online untuk diterima dan berkembang di Indonesia, apalagi di tahun 2012 silam, online shop belumlah menjamur keberadaannya seperti sekarang.

Belum lagi ditambah data lain yang menyatakan bahwa jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 240 juta jiwa, sebenarnya berpotensi sebagai lahan subur bagi pangsa pasar e-commerce. Kedua fakta tersebut seakan menjadi penyulut sehingga membuat Catherine kian bersemangat dalam mewujudkan mimpi besarnya tersebut.

Siapa Sebenarnya Catherine Hindra itu?

Catherine Hindra sebenarnya wanita biasa, sama seperti perempuan Indonesia lainnya. Ia bukan wanita super yang memiliki kekuatan supranatural. Catherine hanyalah anak kedua dari 3 bersaudara dari pasangan Hindra Sutjahyo dan Emi.

Soal pendidikan, Catherine merupakan alumni dari Nanyang Technological University, Singapura. Ketika belajar di negeri seribu satu larangan tersebut, wanita yang kini berusia 33 tahun tersebut mengambil jurusan Banking & Finance.

Setelah lulus, perempuan yang selalu murah senyum ini sempat bekerja di beberapa perusahaan. Selain di perusahaan konsultan internasional, McKinsey, Singapura, perempuan yang kerap tampil dengan rambut pendek tersebut juga pernah menjadi karyawan di perusahaan IT di Bungalor, India.

zalora indonesia

Lahirnya Zalora..

Kenikmatan bekerja di negeri orang tidak lantas membuat Catherine melupakan tanah airnya. Pengalaman dalam memberikan berbagai konsultasi manajemen untuk para klien, yang dijalaninya selama lebih kurang 2 tahun di McKinsey, membuatnya semakin terpacu untuk merintis usaha sendiri.

Tahun 2012, bersama dengan seorang rekannya yang bernama Hadi Wenas, wanita yang sempat bergabung di perusahaan modal ventura ini pun memutuskan mendirikan usaha online sendiri dengan nama Zalora.

Di bawah pimpinan keduanya, ternyata tak butuh waktu lama bagi Zalora untuk mencapai kesuksesan dan ketenaran. Hanya dalam waktu setengah tahun saja, Zalora yang memulai soft launching-nya pada 24 Februari 2012 dan grand launching 7 bulan setelahnya, sudah berhasil memikat hati ratusan ribu fans serta pelanggan.

Zalora yang sekarang sudah mempekerjakan lebih kurang 200 karyawan tersebut tidak hanya berhasil merajai pasar e-commerce tanah air untuk bidang fashion, kecantikan, gadget, elektronik, dan lain-lain, namun juga berhasil menarik minat produsen mancanegara. Beberapa merk terkemuka seperti Nike, Adidas, Fila, Surfer Girl, Volcom, dan lain-lain cukup tertarik sehingga turut mengandalkan Zalora sebagai salah satu media penjualan produk mereka.

Silakan baca juga: Cara Memilih Produk Toko Online Yang Sedang Booming

Tak sekedar menyediakan beragam merk barang, kelebihan lain yang ditawarkan Zalora antara lain seperti fasilitas free delivery ke seluruh Indonesia. Layanan bebas ongkir ini jelas menarik minat konsumen yang pada umumnya selalu enggan membayar sendiri biaya ongkirnya. Dengan fasilitas tersebut, tak peduli konsumen berada di Aceh atau Papua sekalipun, barang yang dipesan akan dikirim dengan aman sehingga selamat sampai di rumah.

Selain itu, bila pelanggan merasa tak puas dengan kondisi barang yang dibelinya, pihak Zalora pun tidak lantas cuek dan berpangku tangan. Jaminan bahwa konsumen dapat mengembalikan barang dalam waktu 7 hari berkat adanya program money bach guarantee return policy yang ditetapkan Zalora jelas menjadi nilai plus selanjutnya.

Alternatif pembayaran dengan sistem COD atau bayar di tempat juga membuat pelanggan merasa aman dalam melakukan transaksi karena mereka tidak diharuskan membayar di depan seperti yang selalu terjadi saat seseorang melakukan transaksi belanja via online.

Dan meski merupakan salah satu perusahaan e-commerce terbesar di tanah air, namun itu tak menjadikan pihak Zalora sulit untuk dihubungi. Para konsumen yang berkunjung ke situsnya bisa dengan mudah melakukan tanya jawab mengenai produk yang akan dibeli atau hal apapun lainnya kepada tim Zalora melalui fitur live chatting yang disediakan.

Berkat kelengkapan produk yang dijualnya berikut beragam fasilitas menawan yang disediakan, semua itu membuat Zalora berhasil memikat hati pelanggannya. Hal ini terbukti dari tingginya transaksi jual-beli yang setiap harinya bisa mencapai ratusan bahkan ribuan order.

Zalora Indonesia yang kini sudah menjadi bagian dari Rocket Internet bahkan telah melebarkan sayapnya ke beberapa negara Asia lainnya seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Taiwan, Vietnam, serta Hong Kong.

Dipercaya Untuk Mengembangkan Alfaonline/ Alfacart

Suksesnya Catherine dalam mengelola dan mengembangkan Zalora ternyata membuat pihak Alfamart menginginkan hal yang sama bagi bisnis e-commerce mereka. Wanita yang kemudian dipercaya sebagai CEO Alfaonline sejak April 2016 tersebut berhasil mengembangkan bisnis online Alfamart dengan strategi yang berbeda dari yang diterapkannya di Zalora.

alfa cart online

Di bawah pimpinannya, karyawan Alfaonline yang pada tahun 2013 lalu berjumlah tidak lebih dari 10 orang, kini berhasil bertambah sehingga menjadi lebih dari 200 pekerja. Untuk mengembangkan Alfaonline yang sudah berubah menjadi Alfacart tersebut, Catherine cukup jeli dalam memanfaatkan kelebihan yang telah dimiliki oleh Alfamart sebelumnya, yaitu banyaknya jumlah toko yang sudah tersebar di seluruh Indonesia.

Ia pun memilih dan menerapkan trik O2O (Online-to-Offline) dalam mengembangkan Alfacart. Melalui metode tersebut, konsumen kini tak perlu harus berkeliling Alfamart bila ingin membeli sebuah barang.

Cukup dengan memilih barang di Alfacart, lalu setelah itu barulah konsumen dapat mengambil barang serta membayarnya secara offline di toko-toko Alfamart terdekat. Dan bila pelanggan masih tidak punya waktu juga untuk mengambil barangnya sendiri, maka ia dapat memanfaatkan fasilitas COD yang diterapkan Alfacart.com.

Jeli Dalam Melihat Potensi Yang Ada

Dari ragam metode penjualan yang diterapkan Catherine, baik itu di Zalora maupun Alfacart, kita dapat melihat bahwa wanita penggemar bisnis start-up tersebut sangat piawai dalam melihat potensi yang ada. Inilah rupanya yang menjadi kunci utama kesuksesan Catherine, selain jiwa pekerja kerasnya tentunya. Ia mampu melihat dan menangkap setiap peluang yang tidak disadari keberadaannya orang lain. Bagaimana dengan kita?

Jika bermanfaat, mohon like fb page kami ya!!

Daftar Pustaka: Swa

Komentar

comments

Leave a Reply