Ingin Tulisan Laris Klik? Kenali 3 Rahasianya

Sudah capek-capek menulis, namun pembaca yang klik tidak banyak. Sedih rasanya.. Seperti yang kita ketahui, prestige dan kepuasan seorang penulis bukan saja terletak dari seberapa mahal karya tulisnya dihargai, namun juga berapa banyak pembaca yang berminat pada buah pemikirannya itu.

Jika tulisan kita selama ini miskin peminat, maka mungkin ada yang salah dalam konsep penulisan artikel kita selama ini. Ingin tulisan laris klik? Kenali rahasianya berikut ini.

  1. Judul sangat menentukan

Tampak sedap atau tidaknya sebuah hidangan, ada-tidaknya kesempatan untuk mengencani seseorang, dibaca-tidaknya sebuah tulisan, semua itu pertama kali pasti bergantung pada penampilan luar atau sampulnya.

Judul adalah cover dari artikel. Ketika judul yang kita buat tidak menjual, maka seberapa baguspun isi artikel yang dibahas tidak akan menarik untuk dibaca. Jadi saat menulis, selalu buat judul yang menarik. Caranya? Klik di sini.

  1. Isi harus berbobot

Berbobot tidak-nya sebuah isi ditentukan oleh banyak faktor, mulai dari bahasan tema yang diangkat, pemilihan kata, hingga bertele-tele/ tidaknya kalimat yang disusun.

  • Soal tema

Seseorang membaca karena mereka ingin mendapatkan sesuatu dari artikel yang dibacanya, entah itu informasi/ pengetahuan, inspirasi, atau hiburan. Jika tidak ada unsur tersebut, maka sia-sialah sebuah artikel dibuat karena tidak memiliki nilai sama sekali. Untuk itu pemilihan tema sangat penting.

  • Pemilihan kata

Banyak penulis tidak sadar bahwa pemilihan kata sangat berperan besar. Pemakaian sebuah kata yang berlebihan dalam suatu artikel bisa menimbulkan kejenuhan sehingga pembaca tidak ingin meneruskan untuk membacanya.

Inilah juga yang menjadi salah satu alasan mengapa bounce rate dalam sebuah halaman artikel bisa tinggi. Orang hanya klik karena judulnya catchy, namun begitu membaca sebentar ia sudah bosan dan menutup halaman tersebut.

Saat menulis, pastikan untuk selalu berkreasi dengan kata-kata yang ada. Hindari penggunaan kata penghubung atau subyek yang sama dan berlebihan/ berulang-ulang.

Contoh:

Anda dapat menghilangkan nyeri haid Anda dengan mengonsumsi buah strawberry. Caranya cukup mudah, Anda tinggal mengonsumsi buah strawberry lebih kurang 5 butir buah strawberry setiap hari pada masa sebelum haid, selama haid, dan setelah haid.

Penjelasan di atas dapat disederhanakan menjadi:

Anda dapat menghilangkan nyeri haid dengan mengonsumsi buah strawberry. Caranya cukup mudah, Anda tinggal makan atau membuat jus strawberry dengan menggunakan lebih kurang 5 butir setiap hari pada masa sebelum, selama, dan setelah haid.

Kita pelajari di sana, bahwa kata “Anda” dan “haid” dapat dikurangi penggunaannya. Selain itu, kita juga dapat berkreasi mengganti kata “mengonsumsi” dengan kata lain yang memiliki arti serupa sehingga tidak terjadi banyak pengulangan hanya untuk sebuah kata.

Kurangi pula kata seperti “yang”, ganti kata  “saat” dengan “ketika”, “pada waktu”, dan lainnya sehingga 1 artikel tidak berisi terlalu banyak “saat”.

Ingin Tulisan Laris Klik? Kenali Rahasianya

  • To the point

Membaca artikel bertele-tele itu melelahkan. Oleh sebab itu, pastikan kita tidak menghilangkan inti informasi dari bahasan yang diangkat hanya karena kalimat yang ditulis lari ke sana-sini. Buatlah artikel mudah dipahami, anggap saja kita sedang berbicara dengan pembaca.

  1. Kalimat penutup

Artikel yang berhasil harus memuat 3 poin utama: kalimat pembuka, inti, dan penutup. Tanpa adanya kesimpulan, sebuah tulisan bisa terasa ngambang. Bila tidak tahu harus menulis apa, cukup ucapkan salam seperti “selamat menikmati”, “happy shopping”, “tetap hidup sehat”, atau seperti yang akan saya tuliskan untuk menutup bahasan kita kali ini, yakni:

Jika bermanfaat, mohon like fb page kami ya!!

Selamat berkreasi.

Komentar

comments

Leave a Reply