Mau Jadi Penulis Paruh Waktu? Siapa Takut

Kejenuhan bekerja di kantor bisa mendera siapa saja, baik pria maupun wanita, tak peduli usia berapapun. Meski suasana lingkungan kerja sangat menyenangkan, namun kadang kerinduan untuk bisa hidup bebas juga bisa timbul apalagi saat melihat teman yang bisa pergi berlibur kapanpun ia mau.

Saat ngantor, kita juga tidak bisa seenaknya ke mall pada jam kerja. Waktu dan ruang gerak juga terbatas karena kita harus memenuhi tanggung jawab di kantor selama hari kerja. Jika saat ini kita berada pada posisi pengangguran atau jenuh jadi pegawai, namun tahu bahwa kita memiliki kemampuan yang bisa dijual secara freelance, maka tak ada salahnya mencoba kesempatan itu.

Tentunya langkah ini harus dipikirkan masak-masak khususnya bagi kita yang sudah ada tanggungan seperti pasangan dan anak-anak.

Dari antara sekian banyak kemampuan dan bakat, salah satu yang bisa dijual secara paruh waktu adalah tulisan. Menjadi penulis paruh waktu bukanlah hal yang sulit bila kita tahu strateginya.

Hal ini mudah bagi kita yang sebelumnya sudah pernah bekerja di bidang jurnalistik, karena pasti sudah ada portfolio yang dapat dimanfaatkan saat mengajukan penawaran ke klien. Akan tetapi, untuk penulis baru mungkin harus berusaha ekstra dalam menjual kemampuannya dan meraih kepercayaan dari klien. Lalu apa saja tips agar kita bisa menjadi penulis paruh waktu yang berhasil?

  1. Jangan menyerah

Pepatah bijak berkata “menaburlah selagi ada kesempatan, karena kita tidak tahu benih ini atau itu yang akan tumbuh dan berbuah”.

Saat memutuskan menjadi seorang freelancer, maka hal pertama yang harus ada dalam benak kita adalah tekad. Perjalanan seorang penulis paruh waktu tidaklah mudah karena orderan yang datang juga tak menentu. Itu berarti penghasilan juga tidak pasti datangnya apalagi kalau ini adalah profesi tunggal kita.

Meski demikian, ketika sudah bertekad, kita tak boleh menyerah begitu saja. Kadangkala sudah banyak puluhan bahkan mungkin ratusan penawaran sudah kita buat, namun hanya sedikit yang direspon atau terima. Jangan menyerah dengan keadaan itu. Tetaplah berusaha karena jerih payah kita takkan pernah sia-sia.

  1. Tulis dulu

Hal ini berlaku khususnya untuk kita yang belum punya portfolio. Beberapa situs penghubung antara klien dan penulis menyediakan fasilitas jual produk tulisan. Kita bisa menjual tulisan di sana.

Alternatif lain adalah dengan membuat blog sendiri sebagai bukti bahwa kita memang bisa menciptakan karya-karya bagus.

Mau jadi penulis paruh waktu? Siapa takut..

  1. Buang trauma

Adakalanya penulis paruh waktu tertipu. Bilangnya tidak lulus tes, namun tanpa sepengetahuan kita, tulisan hasil tes dipakai dan diakui sebagai milik orang lain. Jangan trauma karena tidak semua klien sejahat itu, masih banyak di luar sana yang serius dan profesional dalam mempekerjakan kita.

  1. Atur waktu

Salah satu tantangan terberat yang tidak dihadapi pegawai kantoran adalah pengaturan jam kerja. Ketika bekerja sendiri, kita cenderung lalai soal disiplin waktu. Menunda merupakan kebiasaan buruk, kapanpun kita mendapatkan job menulis, ada baiknya segera diselesaikan selagi bisa supaya tidak ada tanggungan tertunda.

Siapa tahu orderan jadi banyak karena kita dapat menyelesaikan artikel bermutu lebih cepat dari deadline yang diberikan.

Jika bermanfaat, mohon like fb page kami ya!!

Mau jadi penulis paruh waktu? Siapa takut..

Komentar

comments

Leave a Reply