Agar Tak Kehilangan Inspirasi, Kita Harus..

Harus diakui terkadang sebagai penulis, kita dapat kehilangan inspirasi. Sama seperti ibu rumah tangga yang bingung “mau masak apa hari ini”, kita juga tak tahu mau menulis apa lagi ya kira-kira. Tema ini sudah dibahas, topik itu juga sudah pernah sebelumnya.

Rasanya blank dan tidak tahu harus berbuat apa selain deg-degan karena deadline pekerjaan sebagai freelancer sudah mepet. Akhirnya kita jadi asal menulis karena dirundung panik akibat kejar tayang.

Hal ini jelas bisa merusak image kita sebagai penulis karena kreasi yang dihasilkan jadi tidak maksimal. Lalu bagaimana agar kita tak kehilangan inspirasi?

Kita harus isi ulang. Seorang penulis membagikan pengetahuan dan pemikirannya ketika ia mengetikkan jari-jemarinya pada keyboard saat menyusun sebuah karya.

Bila sumber pengetahuannya tidak pernah diisi, maka apa yang dapat ia bagikan? Dengan lain kata, penulis juga harus menjadi pembaca supaya dirinya tetap bisa menjadi penulis yang baik.

Membaca adalah hal yang paling diharapkan penulis dari seseorang yang mengklik artikelnya, namun membaca juga merupakan aktivitas yang kita butuhkan selaku penulis.

Agar bisa tetap mengalir, air tidak boleh terputus dari sumbernya, begitu pula dengan kita. Supaya tetap dapat berbagi informasi dan inspirasi, maka kita juga harus banyak meraup pengetahuan dan perenungan dalam keseharian.

Agar Tak Kehilangan Inspirasi, Kita Harus..Tak ada salahnya menulis ulang bahasan yang pernah diangkat dulu, namun kita harus belajar menyajikannya dengan cara berbeda agar informasi yang sama tidak membosankan, namun dapat memberi kesegaran baru bagi pembaca.

Bila sebelumnya kita menulis dengan gaya menggurui misalnya, maka kali ini kita bisa melakukannya’dengan konsep bahasa imbauan atau ‘cara bicara’ yang lebih santai.

Jika sebelumnya kita mencantumkan judul seperti “5 Tips Redakan Nyeri Saat Haid”dan memasukkan strawberry sebagai bagian dari salah satu poin bahasan, maka tak ada salahnya kita mengganti judulnya dengan “Nyeri Haid Kabur Berkat Strawberry” lalu mencomot informasi tentang strawberry sebagai kalimat pembuka.

Namun yang terpenting adalah jangan lupa untuk selalu menambahkan informasi atau inspirasi baru ke dalam artikel yang dibuat. Jika dulunya hanya menulis 5 tips, maka tambahkan tips baru sehingga pembaca tidak merasa kecewa karena tidak mendapatkan pengetahuan baru.

Jadi sebenarnya tidak sulit bukan untuk kembali membangkitkan inspirasi? Kita hanya perlu banyak membaca, merenung, mengamati, dan memetik pengetahuan yang disediakan lingkungan sekitar, dan dari hal sederhana sekalipun kita sudah bisa menciptakan sebuah karya tulis.

Jika bermanfaat, mohon like fb page kami ya!!

Akhir kata, ingatlah bahwa seorang penulis juga harus menulis dengan hatinya, karena apa yang ditulis dari hati, akan menyentuh hati. Apa yang ditulis hanya dengan pemikiran, juga cuma dapat menyentuh sampai kedalaman pemikiran pembacanya. Mana yang kita pilih?

Komentar

comments

Leave a Reply