Menjelajahi Tempat Wisata Suku Badui Jawa Barat yang Eksotis

Indonesia memiliki keanekaragaman suku bangsa juga bahasa dan budaya. Di daerah Jawa saja, terdiri dari beragam suku seperti : Jawa, Sunda, Betawi, Madura, dan Badui.

Silahkan baca juga : Daftar Wisata Jawa Barat Untuk Mengisi Liburan Anda

Berkunjung ke wilayah Jawa tentu sangat menarik jika mampir ke tempat wisata suku Badui Jawa Barat. Kampung Badui yang berada di wilayah Provinsi Banten ini sangat menarik untuk dijadikan salah satu destinasi wisata bersama keluarga anda.

Letaknya yang berada di pedalaman dan jauh dari hingar bingar kota sangat nyaman dan membuat relaks pikiran. Warga perkampungan Badui ini tinggal jauh ditengah hutan dan mengandalkan hasil alam sebagai sumber kehidupan dan pangan sehari hari.

Kampung Badui yang asri ini berada di Cibeo. Citakarwana, dan Cikeusik yang keduanya berada di Kabupaten Lebak. Jika kita hendak berlibur dan berwisata ke kampung Badui, maka kita harus menemui dahulu pimpinan adanya yang disebut sebagai Jero.suku badui

Masyarakat Baduy ini sangat patuh pada kepala adat dan juga peraturan adat yang berlaku disana. Karenanya bila tidak melapor, kita akan dianggap sebagai orang asing dan bisa berbahaya untuk keselamatan diri.

Ada beberapa ciri khas dari masyarakat di tempat wisata Suku Badui Jawa Barat ini, antara lain:

  1. Dari segi penampilan dan pakaian, masyarakat kampung Badui menggunakan baju berwarna biru gelap atau baju berwarna putih bersih. Seluruh baju yang digunakan tidak memiliki kancing sama sekali, alias berbentu pakaian oblong.
  2. Untuk kaum prianya, selalu menggunakan ikat kepala berwarna putih dan juga membawa golok. Fungsi golok ini tentu saja untuk menebas pohon yang menghalangi jalan ataupun untuk berburu binatang.
  3. Ciri lain dari masyarakat di tempat wisata suku Badui Jawa barat ini adalah tidak mengenakan alas kaki sama sekali. Ini dilakukan oleh semua masyarakat Badui, baik tua atau muda, perempuan atau laki laki. Ini dimaksudkan agar mereka kembali dan menyatu dengan alam.
  4. Masyarakat Badui tidak mengenyam bangku sekolahan sama sekali, karenanya mereka tidak bisa berbahasa selain Sunda dan tidak bisa menulis kecuali huruf Hanacara.
  5. Penduduk Kampung Badui juga tidak mengenal uang sebagai alat jual beli, karena mereka masih menggunakan sistem barter. Selain itu, mereka tidak menggunakan peralatan yang berasal dari luar kampung. Bahan tidak ada aliran listrik yang memasuki perkampungan ini, dan mereka tidak mengenal televisi, radio ataupun beragam alat komunikasi lainnya.
  6. Dalam pembuatan tempat tinggal dan rumah, mereka juga biasa menggunakan peralatan yang berasal dari alam. Untuk membuat atap rumah misalnya dengan ijuk ataupun rumbia. Untuk membuat jalan atau jembatan dibangung dengan menyusun banyak bambu dan mengikatnya dengan ijuk dan rotan.

Tetapi walaupun begitu tidak semua masyarakat Badui di kawasan wisata Suku Badui Jawa Barat bersikap demikian. Karena ada beberapa suku Badui lain yang mau berbaur dengan kehidupan luar seperti Suku Baduy Dangka dan Baduy Panamping.

Kedua suku tersebut masih mau bergabung dengan masyarakat luar, seperti bersekolah dan juga menerima aliran listrik. Mereka juga menggunakan uang sebagai alat tukar dan perdagangan.

Mata pencaharian masyarakatnya membuat kerajinan baik kulit maupun kayu, membuat gula aren dan juga menenun kain.

Jika bermanfaat, mohon like fb page kami ya!!

Sebagai wisatawan yang baik, kita juga harus menghormati bila kemudian kita tidak diijinkan masuk ke kawasan wisata Suku Badui Jawa Barat, karena ada larang bagi suku Mongoloid, Kaukasoid dan juga Negroid masuk ke wilayah tersebut. Bagaimana, anda tertarik untuk berlibur kesana?

Komentar

comments

Leave a Reply