Optimalisasi maritim untuk kesejahteraan Indonesia

bomb kapal asing

Indonesia adalah negara maritim, dimana 2/3 wilayahnya adalah laut. Indonesia juga merupakan negara kepulauan yang terbesar didunia. Terdiri dari beribu-ribu pulau dan dipisahkan oleh laut-laut yang indah. Tapi semua itu tergabung dalam NKRI.

Dahulunya, Indonesia adalah negara yang sangat mementingkan wilayah maritimnya. Sehingga tak heran, jika dahulunya Indonesia pernah berjaya karena kehidupan maritimnya.

Pada saat ini, wilayah laut tetap penting bagi pemerintah, tapi karena ketertinggalan teknologi dan kurangnya jiwa maritim pada masyarakat, laut Indonesia seperti ter-abaikan. Banyak potensi-potensi  laut yang sudah terlewatkan dan diabaikan begitu saja.

Silahkan baca juga : Semangat dan cara Ir.Soekarno memerdekakan Indonesia

Untuk itu optimalisasi laut sangat diperlukan untuk memajukan bangsa Indonesia ini. Laut mempunyai potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Selain itu, ada banyak manfaat yang belum di ekplorasi untuk pertumbuhan dan kemajuan bangsa Indonesia.

Ada seorang mantan kolonel angkatan laut bernama Soedomo (Almarhum) yang sangat peduli akan hal ini. Soedomo atau dikenal Pak Domo adalah komandan STC-9 (Satuan Tugas Chusus, yang berangkat pada tanggal 9 Januari dari pelabuhan priok) yang ditugaskan untuk memimpin sebuah operasi penyusupan sukarela dan TNI ke Irian barat pada tahun 1962, operasi tersebut diperuntukan kepada sebuah proyek soekarno yang disebut Trikora (Tri Komando Rakyat).

Pak Domo Berseragam Putih

Pak Domo Berseragam Putih

Karir Pak Domo bersinar terang di zaman orde baru, dia menduduki berbagai jabatan terbaik di lingkungan TNI. Hingga akhirnya menjabat KSAL, sebuah karir tertinggi bagi prajurit matra angkatan laut.

Menurut Pak Domo, Indonesia telah mempunyai visi Maritim yang sangat bagus untuk di wujudkan dan di optimalisasi. Namun dibutuhkan semangat juang yang tinggi dan jiwa kemaritiman untuk dapat mewujudkannya. Berikut adalah visi maritim Indonesia yang di sebutkan oleh Pak Domo.

  1. Pendidikan dalam bidang pelayaran. Sebuah negara maritim diharuskan untuk menciptakan sekolah-sekolah maritim yang unggul. Baik sekolah menengah maupun sekolah tingginya. Dan menjadikan sekolah tersebut sebagai sekolah-sekolah favorit bagi masayarakat. Namun, Pak Domo menemuakan sekolah pelayaran pada saat ini banyak sekali yang tertinggal dari kemajuan teknologi maritim yang berkembang saat ini.
  2. Pengelolaan perikanan. Menurut Pak Domo, dunia perikanan di wilayah laut Indonesia saat memprihatinkan. Dimana terdapat banyak ilegal fishing yang dibiarkan  dan merugikan negara lebih dari 10 Trilliun setiap tahunnya. Peningkatan keamanan laut sangat penting untuk menghindari kerugian negara yang besar ini. Setelah pengelolaan perikanan menjadi baik, kesejahteraan nelayanpun akan meningkat.
  3. Pengeboran minyak lepas pantai. Indonesia hanya mendapatkan keuntungan sebesar 40% pada saat ini akan hasil pengboran minyaknya, selebihnya dikuasai oleh asing.
  4. Pertambangan laut yang luas. Luas Lautan Indonesia mencapai 5.8 juta kilometer persegi, potensi nya masih sangat besar karena masih banyak wilayah laut Indonesia yang belum terjamahi.
  5. Indonesia kaya dengan wisata bahari. Indonesia memiliki pantai sepanjang 8100 kilometer yang dapat dikembangkan dan ribuan pulau-pulau yang mempesona. Hal ini perlu pengembangan dan pengelolaan yang baik dan tepat.
  6. Angkatan laut untuk mengamankan wilayah. Pencurian ikan oleh pihak asing bukan karena angkatan laut yang bekerja tidak baik. Namun saranan dan prasarana untuk menjalankan tugas tersebut sangatlah minim. Akibatnya banyak kekayaan laut indonesia yang di biarkan dicuri begitu saja oleh negara tetangga.
Jika bermanfaat, mohon like fb page kami ya!!

Sumber: Majalah Maritim 2011

Komentar

comments

Leave a Reply