Apa yang harus dilakukan pada tahun baru hijriah (islam)?

Kita sudah kembali kedatangan tamu baru, yaitu tahun baru hijriah. Dimana pada tahun ini kita berpuasa dibulan ramadhan 1437H, maka kita juga sudah ditunggu oleh bulan ramadhan baru lagi, yaitu tahun 1438 Hijriah.

Memang tahun baru islam tidak semeriah tahun baru masehi, karena tidak pernah diajarkan oleh alqur’an ataupun hadist untuk memeriahkannya. Sehingga kebanyakan dari kita taunya tahun baru hijriah ini hanya dari tanggal merah. Karena memang, kalender masyarakat Indonesia rata-rata tidak didukung dengan kalender islam. Hanya sebagian orang dan lembaga saja yang bisa mengetahui dan selalu mengamati kalender islam ini.

Silahkan baca juga : Sudah benarkah shalat anda? Bagaimana cara shalat yang benar dan sesuai sifat shalat nabi?

tahun-baru-hijriah

Dengan perpindahan tahun ini, mungkin ada dari sebagian kita yang bingung mau melakukan apa? Apa harus menyambut tahun baru ini? atau membiarkannya saja?

Sebelum itu, ada beberapa hal keliru yang dilakukan oleh sebagian orang islam di Indonesia dan harus anda hindari.

Hal yang keliru dalam pergantian tahun

1.Puasa di akhir tahun dan di awal tahun

Ada orang-orang yang mempercayai dan melakukan puasa di awal dan akhir tahun dengan suatu hadist yang lemah, yaitu:

السَّنَةُ المُسْتَقْبِلَةُ بِصَوْمٍ ، جَعَلَ اللهُ لَهُ كَفَارَةٌ خَمْسِيْنَ سَنَةً

“Barang siapa yang berpuasa sehari pada akhir dari bulan Dzuhijjah dan puasa sehari pada awal dari bulan Muharrom, maka ia sungguh-sungguh telah menutup tahun yang lalu dengan puasa dan membuka tahun yang akan datang dengan puasa. Dan Allah ta’ala menjadikan kaffarot/tertutup dosanya selama 50 tahun.”

Namun banyak ulama berpendapat bahwa kebenaran hadist ini sangat lemah dan termasuk hadist palsu. Jadi sudah diragukan tentang kebenarannya dan puasa ini harus anda hindari.

2.Menyambut tahun baru hijriah dengan kemeriahan

Dalam islam tidak pernah dianjurkan oleh al qur’an atau hadist untuk menyambut ataupun memeriahkan tahun baru. Seperti menyambut dengan kembang api, dengan acara makan-makan, menyalakan lilin, mengkhususkan shalat tasbih atau dengan acara pengajian penyambutan. Hal tersebut tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah Saw dan para sahabatnya. Jika ada yang melakukan hal tersebut, maka dia hanyalah meniru-niru penyambutan tahun baru masehi yang bukan islam. Rasulullah Saw bersabda :

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka”[13]

Maksudnya adalah jika anda meniru penyambutan tahun baru masehi, maka anda juga termasuk dari bagian kaum masehi tersebut.

3.Doa di awal dan di akhir tahun

Adalagi amalan yang juga tidak mempunyai tuntutan yang jelas dari alqur’an dan hadist, yaitu berdoa di awal dan akhir tahun. Amalan ini hanyalah karangan dari ahli ibadah yang tidak mengerti hadist dan mereka termasuk orang-orang berdusta atas nama Allah dan Rasul-nya.


Itulah tiga hal keliru yang mungkin anda temui selama perpindahan tahun baru hijriyah itu. Jadi, hal apa yang akan dilakukan pada tahun baru hijriah ini?

Hal yang bisa anda lakukan untuk menyambut tahun baru hijriah

  • Dengan berjalannya waktu, sudah sampai manakah amalan ibadah anda selama ini? Anda harus bisa meningkatkan amalan ibadah anda , kita semua tidak pernah tahu, kapan waktu kita akan berakhir didunia ini.
  • Melakukan taubat adalah salah satu hal yang bisa dilakukan, dengan mengingat seluruh dosa-dosa kita sebelumnya sambil memohon ampun kepada Alah Swt. Supaya kita bisa menjalani kehidupan di tahun yang baru ini dengan hati yang jernih dan lebih baik.
  • Apakah puasa dilarang pada tanggal 1 Muharram? Tidak ada hadist yang melarang tentang berpuasa ditanggal 1 Muharram, jika anda berpuasa. Masih sah-sah saja, namun tentunya dengan niat puasa Muharram atau puasa senin-/kamis. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

”Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada syahrullah (bulan Allah) yaitu Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.”[5]

Itulah hal hal yang bisa anda lakukan dalam pergantian tahun islam ini, tidak ada penyambutan dan kemeriahan tahun baru didalam islam. Hal yang harus dilakukan hanyalah meningkatkan ketaqwaan kita agar menjadi orang yang lebih baik dimata Allah Swt.

Jika bermanfaat, mohon like fb page kami ya!!

Referensi: rumaysho.com

Komentar

comments

Leave a Reply