Braille!! Cara orang buta membaca tulisan

Tunanetra adalah orang yang tidak dapat melihat apapun yang ada disekeliling mereka. Jangankan untuk membaca, untuk melakukan aktivitas saja sangat sulit jika kita bayangkan.

Metode-metode yang sudah digunakan

Sudah banyak metode-metode yang dilakukan oleh para ahli agar para tunanetra dapat membaca dan menulis. Mulai dengan membuat tulisan yang timbul dan besar, menggunakan cara militer membaca dimalam hari(night writing) yaitu berupa titik titik timbul. Akan tetapi, semua cara itu masih jauh dari efektif dan flexibelitas yang mana masih membuat para tunanetra kesulitan dan memakan biaya besar.

Kemunculan Louis Braille

Tapi ada sebuah metode yang sangat membantu para tunanetra dalam membaca. Yang bernama sistem Braille, metode ini diciptakan oleh seorang anak tunanetra berusia 15 tahun bernama Louis Braille. Dengan usaha yang cukup keras, dia telah membuka mata para tunanetra di dunia untuk bisa membaca tanpa harus menggunakan mata.

Kisah Louis Braille

Louis Braille awalnya adalah anak yang normal, namun menjadi buta karena kecelakaan saat masih berumur 3 tahun.
Dimasa awal sekolahnya pada umur 1819, dia merasakan betapa sulitnya membaca dan menulis bagi tuna netra. Braille bersekolah di The Royal Institute of Blind Youth, yaitu sebuah khusus untuk para tunanetra yang ada di kota Paris, Perancis.

Hal itulah yang membuatnya termotivasi nya dan menemukan metode yang bernama Braille itu. Sehingga setiap tanggal 4 Januari setiap tahunnya, dunia memperingati hari hari Braille. Hari itu adalah hari kelahiran Louis Braille.
Metode Braille terinspirasi dari metode seorang tunanetra bekas perwira artileri Napoleon, yaitu Kapten Charles Barbier. Dengan menggunakan sandi berupa garis-garis dan titik-titik timbul yang dapat digunakan para tentaranya untuk membaca dimalam hari. Pesan tersebut dibaca dengan meraba rangkaian garis dan titik-titik tersebut. Metode ini bernama Night Writing.

Louis menciptakan sistem yang lebih mudah untuk para tunanetra, dia berpikir bagaimana para tunanetra bisa membaca alphabet, angka, tanda baca hanya dengan meraba menggunakan satu jari. Diusianya yang kedua belas tahun, Louis memulai penelitiannya secara diam-diam. Dia menggunakan kombinasi 6 titik, dimana dari kombinasi 6 titik tersebut dapat tercipta simbol-simbol alphabet, angka dan tanda baca.

Cara orang buta membaca

Cara orang buta membaca

Dengan penelitian selama 6 tahun, Louis melibatkan teman-temannya untuk menguji coba penelitiannya. Apakah mereka bisa nyaman dengan sistem tersebut. Pada usia nya yang 15 tahun, Louis berhasil menyelesaikan penelitiannya yang menciptakan alphabet dengan kombinasi dari 6 titik (seperti kartu domino).

Setelah selesai, louis mengusulkan kepada pihak sekolahnya agar menggunakan kombinasi enam titiknya itu agar digunakan dan diajarkan secara resmi disekolah nya. Namun dibutuhkan Louis menemukan kesulitan lagi, karena sempat mendapat penolakan dari kepala sekolahnya. Alasanya hanya karena metode pintar itu datang dari seorang anak tunanetra, yaitu Louis Braille.

Ketika sekolahnya dipimpin oleh  DR.Pignier barulah metodenya dapat diterima karena Pignier sangat memahami pemikiran  dari Louis Braille. Louis pun meminta DR.Pignier mengupayakan dukungan dari masyarakat penyelenggara sekolah dan juga pemerintah Perancis. Pignier pun langsung mengirimkan surat-surat kepada semua pihak.

Pada tahun 1851 tulisan braille diajukan pada pemerintah negara Perancis agar diakui secara sah. Sehingga sejak saat itu penggunaan huruf Braille mulai berkembang luas sampai kenegara-negara linnya. Pada akhir abad ke 19, sistem ini diakui secara universal dan diberi nama “Tulisan Braille” dan dewan dunia untuk kesejahteraan dunia menjadikan bekas rumah Louis Braille menjadi museum yang berada Coupvray. Yaitu 40KM sebelah timur dari kota Paris.
Begitulah sekilas tentang perjuangan Louis Braille baik dalam menciptakan metode menulisnya maupun dalam pendistribusiannya.

Hasil perjuangan Louis Braille 

Pada saat ini metode Braille juga sudah mendukung dalam pembacaan not musik dan juga matematika. Perkembangan pun dilakukan dengan merubah sistem 6 titik menjadi 8 titik. Untuk memudahkan pengguna Braille membedakan huruf besar dan huruf kecil.

Jika bermanfaat, mohon like fb page kami ya!!

Sekarang juga sudah banyak teknologi  yang mendukung sistem Braille seperti Handphone, smartphone, komputer, printer dll yang bertujuan agar tunanetra juga dapat menggunakan teknologi-teknologi pada saat ini.
Itulah metode terbaik cara orang buta membaca tulisan yang masih dikembangkan sampai saat ini.

Komentar

comments

Leave a Reply