Mekkah Berduka

Mekkah

www.staticflickr.com

Berita duka datang dari kota Mekkah kemarin, tepatnya Jumat 11 September kira-kira sore jam 17.30. Mekkah yang cerah tiba-tiba terlihat mendung tiba-tiba bertiup angin kencang dan diiringi hujan deras. Hujan beserta angin tersebut sangat keras seperti badai. Kala itu, tengah dilakukan beberapa persiapan untuk sholat mesjid. Para jamaah dari berbagai negara berkumpul untuk bersiap-siap sholat berjamaah di Masjidil Haram.

Yang terjadi selanjutnya adalah bunyi dentuman yang sangat keras layaknya petir, tutur jemaah Indonesia yang berasal dari Medan yang dikutip oleh TVOne. Ternyata bunyi seperti petir itu adalah jatuhnya alat berat (Crane) yang sedang berada diseputaran Masjidil Haram untuk keperluan renovasi mesjid yang sudah tidak mampu menampung jemaah haji yang bertambah setiap tahunnya.

Akibat yang ditimbulkan sangat parah. Tak bisa dihindari lagi, para jemaah jatuh tertimpa alat berat tersebut. Crane yang ambruk menimpa bangunan mesjid berakibat sebagian bangunan mesjid runtuh dan menimpa. Sejumlah orang terluka parah dan dikabarkan beberapa yang tewas. Belum jelas jemaah darimana saja yang menjadi korban.

Tindakan cepat tanggap langsung dilakukan oleh otoritas Pemerintah Arab Saudi. Lokasi langsung disterilkan, artinya tidak boleh ada orang yang memasuki area Masjidil Haram. Para korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

Berita terakhir yang diturunkan, terdata 87 meninggal dan 184 menderita luka-luka. Diantara 87 yang meninggal, terdapat 2 orang warga negara Indonesia yang berasal dari Medan dan Jawa Barat. Pemerintah mengirim perwakilan Indonesia yang berada di Arab Saudi untuk memberikan kenyamanan dan mendampingi korban luka serta memberikan informasi kepada keluarga yang ada di Tanah air.

Kontroversi akan kejadian ini pun beragam. Ada yang menganggap ini adalah konspirasi sengaja untuk mencelakakan umat islam, tetapi banyak pula yang berpendapat hal ini murni karena peristiwa alam yaitu terjangan badai.
Iklim Arab Saudi, terutama Mekah pun sangat ekstrim, seiring dengan badai El Nino yang melanda seluruh bagian dunia. Kadang panas menjadi sangat ekstrim di siang hari lalu sangat dingin di malam hari.

Terjangan badai pun tak terhindari. Kadang badai padang pasir atau yang dikenal dengan badai gurun. Angin bertiup kencang diiringi oleh timbunan butiran pasir terbang ke udara. Setelah itu bisa juga diiringi dengan hujan dan yang lebih ekstrim lagi adalah butiran es yang jatuh.

Untuk menghindari ketahan tubuh yang melemah akibat cuaca ektrim di Mekkah, para Jamaah disarankan untuk mengkonsumsi vitamin dan selalu menjaga makanan yang dikonsumsi. Jangan ragu untuk menghubungi petugas kementrian Agama yang bertugas mengawal pelaksanaan haji untuk mengecek kesehatan. Bagaimanapun juga kegiatan ibadah harus disertai oleh badan yang sehat.

Komentar

comments

Leave a Reply