Bijaklah Bersosial Media

Sosial Media

pixabay.com

Arin, seorang remaja putri 17 tahun, terlihat panik ketika mengetahui foto selfie dirinya yang diposting di sosial media diberikan komentar bernada caci dan makian. Di kasus yang lain terjadi ketika perang komentar sangat panas berlangsung antara ibu dan anak kandungnya sendiri. Ribuan komentar baik itu caci maki ataupun bentuk dukungan seolah menambah panas keadaan.

Begitulah beberapa gambaran konflik yang terjadi di sosial media yang sebenarnya jauh dari tujuan tersebut. Fungsi awal sosial media adalah untuk menyatukan dan mempermudah komunikasi antara dua individu yang saling berjauhan, misalkan menjalin komunikasi kembali dengan teman yang sudah lama tidak bertemu. Berbagai fitur tersedia. Di sosial media ada juga fitur berbagi foto dan media, akan tetapi beberapa pihak justru menyalahgunakan fitur tersebut dengan berbagai tujuan yang negatif.

Oleh karena itu, ada beberapa etika penting yang harus dipatuhi oleh semua pihak yang aktif dalam bersosial media.

Tetap Menghargai Orang Lain

Gunakanlah bahasa yang baik demi menghargai pendapat orang lain. Memberikan komentar yang bersifat kontra bisa dilakukan asal sesuai dengan tata bahasa yang baik. Hindari kata-kata kasar dan sara sehingga bisa memicu perseteruan. Sosial media merupakan tempat untuk mencari teman, bukan mencari musuh, apalgi sampai ke ranah hokum seperti beberapa kasus yang sudah pernah ada sebelumnya.

Jauhkan Jari Ketika emosi

Ketika kamu sedang emosi, jangan langsung curhat ke sosial media lewat status kamu. Sosial media adalah ranah umum. Mencurahkan kemarahan atau kesedihan hanya akan memperburuk suasana. Lebih baik, pindahlah ke dunia nyata dengan menghubungi teman dekatmu atau curhatlah ke orang terdekat. Emosi di sosial media hanya akan menjadikan masalah menjadi lebih buruk lagi dan tak aka nada ditemukan penyelesaian disana.

Batasi Diri

Jangan tergantung seratus persen terhadap sosial media. Ingat, kamu punya kehidupan sosial sebenarnya. Selalu memposting semua hal yang ada dikehidupanmu membuat publik menjadi bosan dan mencap kamu sebagai orang yang tidak punya kehidupan sosial. Pastikan semua postingan kamu berguna dan mnginspirasi banyak orang. Contohnya, ketika kamu bepergian di wilayah Indonesia, jadikan hal tersebut sebagai sumber informasi dan membuat banyak orang ingin juga berkunjung ke tempat tersebut.

“Be Yourself”

Berusaha mencari aplikasi filter kamera supaya wajah lebih putih dan bersinar? Sangat tidak perlu dilakukan. Jadilah diri kamu sendiri. Jujurlah pada diri sendiri dan tidak perlu berpura-pura atau terlalu membuat diri kamu persis seperti idola kamu. Orang yang ingin berteman dengan kamu adalah orang yang bisa menerima kamu apa adanya.

Semua aturan bersosialisasi juga berlaku ketika kamu menggunakan sosial media. Bijak dan beretika membuat nyaman ketika bersosial media.

Komentar

comments

Leave a Reply