Anak Penderita Asma, apa saja yang harus dilakukan orangtua?

facebook.com

facebook.com

Asma merupakan penyakit penyempitan saluran pernapasan. Anak yang mempunyai gejala asma biasanya mendapat “warisan” dari orangtua atau kakek nenek yang penderita sama pula. Jika sedang kambuh, biasanya anak asma kesulitan bernapas dan terdapat bunyi seperti peluit (wistling) pada kedua punggung atas. Asma tidak bisa disembuhkan, tapi serangannya bisa dikenali dan dikendalikan asal konsisten. Banyak hal yang perlu diperhatikan bagi orangtua penderita anak asma.

Makanan

Serangan asma menjadi kambuh karena didorong oleh factor pemicu serangan. Salah satu yang bisa menyebabkan terpicunya asma adalah makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Beberapa makanan antara lain coklat dan kacang adalah pencetus asma.  Kedua makanan tersebut bisa menimbulkan slam atau lendir akibatnya bisa menyumbat saluran pernapasan. Untuk lebih yakinnya, orangtua bisa mengirimkan anaknya untuk ikut tes alergi. Pemakaian MSG atau penyedap makananserta pemanis buatan  juga harus dihindari.

Olahraga

Para Orangtua seringkali khawatir dengan keikutsertaan anak asma dalam berolahraga.  Kenyataan tak berlaku seperti itu. Penderita asma sangat aman untuk melakukan olahraga, terutama yang bersifat tempo cepat.  Protein dan lemak dalam darah bisa dikurangi sehingga serangan asama agak sangat jarang muncul. Tentu saja semua itu harus dibawah pengawasan medis dan mengalami proses yang teratur. Mulailah dengan olahraga yang ringan seperti, berenang atau berjalan kaki dan jogging ringan. Selanjutnya intensitasnya dapat ditambah sesuai dengan kemampuan.

Pengobatan

Gejala asama akan sangat terlihat jika anak kesulitan bernapas. Obat yang harus diberikan untuk mengurangi serangan yaitu obat yang berbentuk semprot. Obat tersebut sangat ampuh dalam mengurangi serangan asma karena bisa mengalir langsung kedalam airan darah dan membantu melebarnya organ pernapasan.  Jika penderita asma dibawah 5 tahun, peralatan medis nebulizer dapat digunakan.

Lingkungan

pendapat umum menyatakan bahwa lingkungan kota yang sudah berpolusi menyebabkan anak asam makin menderita. Hal tersebut snagtlah dimaklumi mengingat tingkat polusi kota sangat parah dibandingkan polusi di desa. Kenyataannya, kedua hal tersebut tidak berhubungan sama sekali.  Semua bergantung pada bagaimana asma mempengaruhi aktifitas penderita tersebut. Akan tetapi, dengan seringnya menghirup udara yang kotor, serangan mungkin semakin sering.  Bawalah anak untuk pergi ke tempat-tempat yang bisa menghirup udara segar.

Lingkungan rumah juga perlu mendapat perhatian khusus. Jika menggunakan karpet, hendaknya sering dibersihkan dengan penyedot debu. Perhatikan pembersihan pendingin udara (AC). Lakukan sekurang-kurangnya seminggu sekali.  Jauhkan anak dari hewan-hewan berbulu serta bonek-boneka yang berpotensi sebagai tempat debu.

Singkatnya, anak dengan penderita asma bisa melakukan aktifitas seperti anak pada umumnya. Akan tetapi semua zat-zat yang masuk ke dalam tubuh yang terbawa dari makanan dan minuman perlu diperhatikan.

Komentar

comments

Leave a Reply