Bangga, Tenun Ikat NTT Mendunia di Brussel Belgia

Tenun Ikat NTT, sumber: commons.wikimedia.org

Tenun Ikat NTT, sumber: commons.wikimedia.org

Indonesia kaya akan budaya, salah satu nya adalah tenun ikat. Beragam tenun ikat bisa dijumpai di banyak wilayah Indonesia seperti Toraja, Nusa Tenggara, Bali, Lombok maupun Nusa Tenggara. Tenun ikat merupakan wujud dari ide kreatif dalam pemanfaatan alam sekitar. Kain tenun dikerjakan dengan cara alami tanpa menggunakan mesin sehingga semua detail yang terkandung didalamnya menggunakan sumber-sumber daya alam yang ada.

Hal tersebut bisa dilihat pada motif yang terdapat pada kain Nusa Tenggara Timur menggunakan akar, kunyit dan daun untuk menciptakan motif beragam. Banyak usaha untuk melestarikan tenun ikat, di Indonesia dan di luar negeri, contohnya peragaan busana tenun ikat di kota Brussel, Belgia akhir Agustus tahun ini.

Peragaan busana tersebut diadakan dalam rangka merayakan Kemerdekaan Indonesia ke 70 dan diadakan oleh KBRI Brussel Belgia. Semangat untuk memperkenalkan tenun sangat terasa dibawah panas 30 derajat celcius. Walaupun sebagian adalah peraga amatir, para warga Belgia dengan antusias unjuk diri dengan balutan tenun. Antusiasme warga Belgia patut diajungkan jempol walaupun mereka baru pertama kali mengenakan pakaian yang terbuat dari tenun.

Tenun-tenun yang diperagakan ditenun oleh para pengrajin di NTT dan dibawa langsung dari Nusa Tenggara Timur yang sangat beragam karena setiap suku yaitu Timor dan alor, Flores, Sumba, Rote and Sabu mempunyai motifnya sendiri-sendiri dan makna dalam yang terkandung disetiap motif-motif tersebut.

Kain tenun sendiri memiliki berbagai macam fungsi dan identitas akan kedudukan sosial seseorang. Umumnya, kain tenun ikat motif Sumba dipakai saat acara-acara adat dan upacara pengusiran roh jahat. Ada juga kain tenun yang dipakai khusus oleh wanita yang disebut Utang Oi Rempe-Sikka saat upacara meminta kesuburan tanah ketika akan dimulai masa tanam di ladang.

Tenun ikat Rote mempunyai cirri khas yang berbeda yaitu warna dasar hitam, menggambarkan karakter khas orang Rote yaitu Keras dalam mempunyai prinsip kehidupan, dilengkapi dengan merah yang mendeskripsikan keberanian dan kegigihan dalam mengarungi berbagai halangan dan rintangan.

Diiringi dengan lagu bertema sama yaitu Bae Sonde bae Flobamora Lebe Bae yang bermakna jika seseorang pergi merantau ke tempat lain, janganlah lupa kampung halaman. Penggagas acara ini juga perantauan dari NTT yang bernama Maria. “Keberagaman suku-suku yang ada di NTT bukan untuk perpecahan melainkan agar kita menghormati keberagaman” ujarnya.

Dapat dibeli dengan harga yang sangat tinggi, kain tenun merupakan kebanggaan masyarakat NTT. Selain membantu perekonomian warga, tenun ikat mendapat pengakuan bukan hanya oleh masyarakat Indonesia tapi juga masyarakat luar. Oleh karena itu, usaha Maria di Belgia sangatlah perlu dihargai sehingga tenun ikat mendunia dan dipakai oleh masyarakat luas. Modifikasi kain terdapat pada warna-warna cerah sehingga pas dikenakan oleh para remaja.

Komentar

comments

Leave a Reply