Memilih calon pendamping menurut islam

Sebenarnya untuk mendapatkan pasangan yang ideal dan sesuai dengan keinginan kita itu cukuplah mudah. Jika kita ingin mendapat pendamping yang baik, maka kita harus menjadi orang yang lebih baik. Jika kita ingin mendapatkan pasangan yang soleh, maka kita harus menjadi orang yang lebih soleh. Dengan kebiasaan-kebiasaan tersebut, maka kita akan dipertemukan langsung dengan jodoh kita dan tentunya sesuai dengan kriteria kita. Bahkan seorang lelaki yang jahat sekalipun akan memilih calon istri yang baik sebagai pendamping hidupnya.

Silahkan baca juga : Konsep keluarga sakinah menurut islam dan pembahasan lengkap

Namun ada banyak hal yang dilupakan oleh orang pada zaman seperti saat ini, yaitu melihat kriteria berdasarkan harta, berdasarkan kecantikan atau kegagahan atau karena jabatannya. Dimana yang dilihat bukan lagi karakter atau akhlak dari pasangannya melainkan sisi luar nya. Jika dilihat-lihat, kekayaan itu bisa habis, kecantikan atau kegagahan itu bisa pudar oleh waktu dan juga jabatan yang mempunyai batas waktu. Sebuah hadist yang berbunyi :

“Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang bagus agamanya (keislamannya). Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.” *H.R. Bukhari-Muslim

Untuk itu marilah kita lihat beberapa tips untuk memilih calon pendamping hidup menurut agama islam.

Memilih calon pendamping menurut islam

Memilih calon pendamping menurut islam

Untuk memilih calon Istri:

– Sebagai kepala keluarga tentunya seorang suami akan memilih seorang wanita yang taat kepada suaminya. Taat kepada suami dalam hal yang tidak diharamkan oleh agama. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain niscaya aku akan memerintahkan istri untuk sujud kepada suaminya.” *H.R At-Tirmidzi

  • Seorang istri yang baik adalah istri yang mampu menjaga auratnya karena menutup aurat adalah kewajiban seorang wanita.
  • Jika mencari pasangan hidup tentunya seorang gadis akan lebih di utamakan dari pada janda. Namun menikah dengan janda juga disetujui jika melihat maslahat yang besar.
  • Tentunya riwayat atau silsilah keturunan yang baik adalah yang dicari-cari oleh seorang laki-laki. Dalam kata lain juga disebut dengan nasab. Seorang wanita yang tumbuh dalam keluarga islami biasanya adalah seorang wanita yang baik dalam akhlak dan agamanya. Hal ini dipengaruhi oleh ilmu, akhlak dan keimanannya. Sangat penting bagi lelaki untuk mencari pasangan dengan nasab yang baik.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Apabila seorang wanita mengerjakan shalat lima waktunya, mengerjakan puasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja yang ia inginkan.” (HR. Ibnu Hibban – Dishahihkan oleh Al Albani)

Untuk memilih calon suami:

QS. An Nur: 32 berbunyi:

“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kalian. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya.”

  • Salah satu yang sangat penting untuk memilih calon suami adalah ketaatan nya kepada agama. Karena ke solehan itulah yang akan menyelamatkan sebuah keluarga di dunia maupun diakhirat.
  • Hal yang juga penting adalah kesanggupannya untuk memberi nafkah. Karena memberi nafkah adalah kewajiban seorang suami kepada keluarganya. Dimana seorang suami akan berdosa jika menyia nyiakan istri, anak dan kedua orang tuanya dalam hal nafkah. Oleh karena itu kemampuan memberi nafkah ini juga harus diperhatikan dalam memilih suami. Tapi jangan jadikan pula hal ini sebagai kriteria utama dalam memilih pasangan, karena Allah dan Rasul-Nya mengajarkan akhlak zuhud / sederhana dan qana’ah / menyukuri apa yang dikarunai Allah, serta mencela penghamba dan pengumpul harta.

Adapun hal-hal lain secara umum yang juga harus dipertimbangkan dalam memilih pasangan antara lain yang utama ialah ketaatan atau ketaqwaan nya kepada Allah dan Rasul nya. Kedua al kafa’ah atau sebanding dalam hal agama dan nasab. Lalu faktor fisik atau pasangan yang menyenangkan jika dipandang dan yang terakhir adalah kesuburan nya, karena dari pernikahan ini akan di harapkan melahirkan anak-anak yang islami dan soleh.

Dan hal yang paling jelas dari pernyataan diatas adalah larangan untuk menikah yangberbeda agama. Karena dalam surat Al-Baqarah ayat 221 berbunyi:

“Dan janganlah kaum nikahi perempuan musyrik, sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya perempuan yang beriman lebih baik daripada perempuan musyrik meskipun ia menarik hatimu. Dan janganlah kamu nikahkan orang (laki-laki) musyrik (dengan perempuan yang beriman) sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya laki-laki yang beriman lebih baik daripada laki-laki musyrik meskipun ia menarik hatimu. Mereka mengajak ke Neraka, sedangkan Allah mengajak ke Surga dan ampunan dengan izin-Nya. (Allah) menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka mengambil pelajaran.”

Jika bermanfaat, mohon like fb page kami ya!!

Semoga dengan hal-hal untuk memilih calon pendamping menurut islam yang sudah disebutkan di atas bisa menjadi ilmu bagi anda yang ingin mencari pendamping hidup agar bisa menjadi keluarga yang berbahagia di dunia dan akhirat tentunya.

Komentar

comments

Leave a Reply