Pelajaran mahal dari pemuda lulusan SMP

Pelajaran mahal dari pemuda lulusan SMP – Irfan R. Nugraha pemuda berambut gimbal kelahiran tahun 1986 dari Banyuresmi Kabupaten Garut atau akrab dipanggil Van Cu Venk merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Semasa kecil dia tergolong anak yang kurang beruntung. Setiap ada libur sekolah dia habiskan waktunya untuk ngamen di Situ Bagendit Banyuresmi Garut. Itu terpaksa ia lakukan demi mendapat uang jajan dan biaya SPP.

Keterbatasan ekonomi saat itu tidak membuatnya putus asa. Dia terus berjuang sampai akhirnya berhasil mengantongi ijasah SMP. Namun sayang, keinginannya melanjutkan sekolah harus ditunda. Keadaan telah memaksanya untuk merantau ke Pondok Kelapa Jakarta Timur, bekerja banting tulang mengumpulkan kepingan rupiah untuk bekal meraih mimpi. Dia memang tak mengenyam pendidikan SMA apalagi perguruan tinggi, tetapi dia tak mau ketinggalan mengabdi di bumi pertiwi.

Bersama para sabatnya sesama pendaki gunung, tahun 2010 di Jakarta dia menggagas berdirinya komunitas sosial “SAHABAT ANAK-ANAK NUSANTARA (SAAN)”, dia kumpulkan para relawan, melakukan bakti sosial di mana-mana, dia bangun sekolah-sekolah dan taman baca. Naas, Taman Baca yang dia bangun di dekat Terminal Guntur Garut tahun 2014 lalu, digusur di tahun yang sama.

pelajaran mahal dari pemuda lulusan SMP yang peduli anak nusantara
Irfan R. Nugraha

Seperti para calon guru di komunitas relawan “Sarjana Mengajar” besutan Anies Baswedan  yang terlebih dahulu harus berlatih menempa diri di alam terbuka Taman Buru Kareumbi bersama para pelatih handal dari NTOTC Wanadri, pun relawan SAAN senantiasa melatih diri mereka di rimba-rimba belantara dan atap-atap tertinggi nusantara. Mereka sudah terbiasa survive dan peduli pada sesama dalam segala kondisi, tanpa membeda-bedakan RAS, suku bangsa dan agama.

Betul apa yang dikatalan Sir Hendry Dunant “Sebuah negara tidak akan kehabisan pemimpin selama pemudanya masih suka berpetualang di gunung, hutan dan lautan”. Begitu pula bapak pandu sedunia Lord Baden Powell pernah berkata ” We must cange boys from a ‘what can I get’ to a ‘what can I give’, attitude”.

Andai Pak Menteri (Red. Anies Baswedan) tahu, perjuangan dan pengorbanan Irfan “Cu Venk”, niscaya beliau akan memberi penghargaan dan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan.

Komentar

comments

Tags:

Leave a Reply