Fakta mengejutkan tentang kehidupan tukang siomay di Jakarta

Fakta mengejutkan tentang kehidupan tukang siomay di Jakarta – Mungkin sebelumnya Anda pernah mengira kalau pedagang siomay yang biasa mangkal di kantin sekolah, kampus atau halaman masjid di Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia adalah orang desa yang hidupnya pas-pasan.

Namun di balik pekerjaannya yang sering dipandang sebelah mata, kehidupan tukang siomay di kampung halamannya, meskipun tidak semua, ternyata hidup berkecukupan. Bahkan beberapa dari mereka, hidupnya tergolong hidup mewah.

Misalnya tukang siomay dari Banjarwangi, sebagian dari mereka mampu membeli mobil pribadi, membeli tanah dan membangun rumah dari hasil usahanya jualan siomay. Jika dilihat secara kasat mata, kehidupan mereka jauh lebih baik daripada karyawan swasta atau pegawai negeri sipil sekalipun.

Namun hebatnya, tukang siomay tetap mau bekerja keras mendorong grobak di jalanan ibu kota. Selain ibu kota Jakarta, kota besar yang menjadi pilihan mereka berjualan adalah Bandung, Bogor dan Depok.

Kantin sekolah, kampus dan halaman masjid menjadi tempat favorit mereka menjajakan dagangannya yang super lezat itu. Sedangkan bagi pedagang yang tidak memiliki lapak khusus, terpaksa harus keliling komplek dan perumahan warga.

tukang siomay

Sesama tukang siomay baik di Jakarta maupun di kota-kota lain, memiliki kesepakatan yang tidak tertulis, yakni saling menghargai dan tidak berjualan melewati ‘wilayah kekuasaan’ tukang siomay lainnya.

Masing-masing bos siomay telah menempatkan anak buahnya di lapak atau jalur tertentu. Mereka juga punya ‘batas kekuasaan’, pedagang siomay tidak boleh berjualan melewati batas kekuasaan pedagang lainnya. Kalau sampai terjadi pelanggaran, mereka bisa ribut besar.

Satu hal lagi yang menarik dari tukang siomay, yaitu ketika mereka keliling komplek kemudian mendapati anak yang menangis minta siomay. Tanpa pikir panjang biasanya mereka langsung ngasih dan pergi tanpa menagih pembayaran ke orang tua si anak.

Cara itu merupakan strategi penjualan yang mereka lakukan dan ternyata cukup efektif mengikat pelanggan. Tukang siomay menganggap siomay yang diberikan ke anak tadi sebagai sampel dan cara mengambil hati calon pelanggan, mereka yakin anak tersebut pasti ngasih tahu orang tuanya kalau ia dikasih siomay.

Karena merasa punya utang budi, gara-gara anaknya dikasih siomay, orang tua anak tadi akan membeli siomay setiap kali tukang siomay itu lewat depan rumahnya.

Kesimpulan dan fakta mengejutkan dari kehidupan tukang siomay yang dapat kita tiru adalah mereka punya strategi bisnis yang cerdas dan pekerja keras. Sehingga tidak heran jika simpanan kekayaan mereka lebih besar dari sekadarnya.

Komentar

comments

Tags:

Leave a Reply