Gara-gara Tri Rismaharani, Pilkada Serentak di Kota Surabaya terancam ditunda

Gara-gara Tri Rismaharani, Pilkada Serentak di Kota Surabaya terancam ditunda – Halo sahabat Banjarwangi.com! Pendaftaran Pilkada Serentak sudah dibuka sejak 3 hari di sejumlah KPUD Kabupaten/Kota di Indonesia dan akan berakhir hari ini Selasa, 28 Juli 2015 pukul 16.00 WIB.

Sampai pukul 12.00 hari terakhir pendaftaran pilkada serentak tahun 2015 di KPU pusat sudah terdaftar sebanyak 240 pasangan calon yang tersebar di 140 daerah dari total 260 Kabupaten/Kota dan 9 Provinsi yang akan melaksanakan pilkada serentak 2015.

Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2015

Pendaftaran calon Peserta Pilkada Serentak : 26– 28 Juli 2015
Pemeriksaan Kesehatan : 26 Juli – 1 Agustus 2015
Penelitian syarat pencalonan : 28 Juli – 3 Agustus 2015
Penetapan pasangan calon : 24 Agustus 2015
Pengundian nomor urut pasangan calon : 25 – 26 Agustus 2015
Masa Kampanye Pilkada Serentak : 27 Agustus – 5 Desember 2015
Masa tenang : 6 – 8 Desember 2015
Pengumuman hasil pemungutan pilkada serentak : 9 – 15 Deseber 2015
Penetapan pasangan Bupati / Wali Kota terpilih : 21 – 22 Desember 2015
Penetapan pasangan Gubernur terpilih : 22 – 23 Desember 2015

(sumber: KPU)

Sampai kabar ini ditulis, KPUD Kota Surabaya baru menerima satu pasangan calon Wali Kota yaitu Tri Rismaharani. Entah karena popularitas Tri Risma terlalu kuat atau kurang sosialisasi sehingga belum ada lagi calon lain yang mendaftar.

Gara-gara Tri Rismaharani, Pilkada Serentak di Kota Surabaya terancam ditunda

Jika sampai pukul 4 sore nanti Tri Risma belum mendapat lawan, maka KPU akan melakukan sosialisasi ulang selama 3 hari yaitu tanggal 29 – 31 Juli 2015 dan memperpanjang pendaftaran selama 3 hari yakni tanggal 1 – 3 Agustus 2015.

Namun jika sampai 3 Agustus 2015 tidak juga ada calon lain yang mendaftar, maka Kota Surabaya dan daerah lain yang hanya ada 1 pasangan calon Bupati/Wali Kota dan calon Gubernur, akan diikutkan pada pilkada serentak pada periode berikutnya bulan Februari 2017.

Untuk mengisi kekosongan jabatan Bupati/Wali Kota dan Gubernur yang pemilihan kepala daerahnya ditunda akan diisi oleh pejabat sementara.

Komentar

comments

Leave a Reply