Mari mengenal Petralite, produk baru Pertamina

Mari mengenal Petralite, produk baru Pertamina – PT. Pertamina telah mengeluarkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis baru berlabel Petralite pada bulan Mei 2015. Bahan baku pembuatan Petralite adalah naphta dan HOMC (High Octane Mogas Component), BBm jenis baru ini mengandung kadar oktan RON 90.

Petralite mulai dipasarkan pada hari Jum’at, 24 Juli 2015 103 SPBU di tiga kota besar yakni Jakarta, Bandung dan Surabaya dengan harga promo seharga Rp. 8.400 per liter, selisih Rp. 1.000 lebih mahal dari premium.

Untuk penjelasan perbedaan pertalite dengan bahan bakar lainnya, silahkan baca : Apa perbedaan antara pertalite dengan pertamax dan premium?

Menurut berita yang dilansir Tempo.co, Ketua Tim Anti Mafia Minyak dan Gas Bumi Faisal Basri memperkirakan harga Petralite berasal dari rumus harga Premium ditambah Pertamax dibagi dua dan ditambah ‘X’. Menurut Fasial, unsur ‘X’ adalah keuntungan yang akan diambil Pertamina untuk menutup kerugian korporasi.

petralite atau pertalite

Faisal menyebutkan harga Ron 95 di Malaysia mencapai Rp 6.950 per liter, lebih murah dari harga Ron 88 di Indonesia yang mencapai Rp 7.400 per liter. Dia yakin dengan rumus yang lebih transparan, harga Pertamax akan mendekati harga Premium.

Sebelumnya, Ketua Komisi Energi Kardaya Warnika meminta Pertamina mengkaji ulang rencana peluncuran Petralite. Kalau pun Petralite tetap dipasarkan, jangan sampai kuota atau volume Premium berkurang. Penjualan Pertalite di setiap SPBU juga tidak boleh memakai dispenser dan nozzle Premium, sehingga jangan sampai akses masyarakat terhadap Premium berkurang.

Petralite diproduksi di Kilang Langit Biru di Balongan Indramayu. Bahan baku Petralite yaitu HOMC sebagai biang oktan tinggi akan dicampur dengan bensin beroktan rendah di Kilang Langit Biru Balongan Kabupaten Indramayu.

Meskipun Pertamina memproduksi RON 90, namun mereka masih akan memproduksi Premium RON 88 di kilang minyak Cilacap. Jadi Petralite bukan untuk mengganti Premium di pasaran.

Menurut Ketua Komisi Energi Kardaya Warnika, DPR menolak dengan keras jika keberadaan Petralite mengganggu ketersediaan Premium karena Premium ini yang paling murah dan paling banyak dipakai masyarakat.

Secara teori, kelebihan BBM dengan kadar oktan tinggi lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan BBM dengan kadar oktan rendah, mesin kendaraan seperti mobil dan sepeda motor diharapkan menjadi lebih bagus, tenaga mesin lebih enteng dan awet serta penggunaan BBM lebih hemat.

Dalam Pertalite di akan ditambahkan beberapa bahan adiktif dan pewarna agar dapat menghasilkan kualitas BBM yang lebih baik dari BBM jenis Premium.

Menurut Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang, Petralite cocok buat mesin yang kompresinya di atas 9, seperti Daihatsu Xenia, Toyota Avanza, Honda Mobilio, dan sejumlah mobil murah ramah lingkungan (LCGC) lainnya.

Komentar

comments

Tags:

Leave a Reply