3 kebiasaan orang Indonesia menyambut lebaran

3 kebiasaan orang Indonesia menyambut lebaranHalo sahabat Banjarwangi.com! Tidak terasa, puasa Ramadan 1436 H sudah memasuki 10 hari kedua. Lebaran Idul Fitri sebentar lagi tiba.

Di 10 hari terakhir Ramadan ada kewajiban yang harus ditunaikan oleh umat Islam, yaitu zakat fitrah dan sunnah melaksanakan i’tikaf untuk mendapatkan malam lailatul qadar, memperbanyak sedekah serta amal shaleh lainnya agar mendapat keridhaan Allah SWT.

Kali ini saya ingin membahas tradisi masyarakat Indonesia dalam menyambut datangnya lebaran Idul Fitri. Kebiasaan tersebut turun temurun dan dilakukan setiap tahun.

Berikut ini 3 kebiasaan menyambut lebaran di Indonesia:

#1. Mudik atau pulang kampung

mudik kebiasaan orang Indonesia menyambut lebaran

Dalam bahasa Sunda, mudik dapat diartikan mulang ka udik (pulang kampung). Mudik sudah menjadi tradisi bangsa Indonesia, setiap tahun penduduk yang bekerja di ibu kota Jakarta dan di kota-kota besar lainnya di Indonesia berbondong-bondong pulang ke kampung halaman.

Orang yang mudik disebut pemudik. Demi bertemua sanak keluarga di kampung halaman, para pemudik rela berdesak-desakan dalam bis, kereta atau terjebak macet berkilo-kilo meter.

Selain ingin bersilaturahmi dan berkumpul bersama keluarga di desa, mudik juga kerap dijadikan ajang pembuktian bagi keluarga dan tetangga di kampung bahwa ia jadi perantau yang berhasil.

Setibanya di kampung, pemudik disambut hangat dan gembira oleh keluarnya yang sudah lama tidak bertemu. Pemudik biasanya membagikan uang (angpau) kepada sanak keluarga mereka sebagian hadiah lebaran.

Keceriaan di hari kemangan nampak pada raut wajah mereka, kebahagiaan tiada ternilai. Terlebih bagi orang-orang yang menjalankan ibadah puasa dengan tulus dan khusyu.

#2. Belanja pakaian lebaran

belanja kebiasaan orang Indonesia menyambut lebaran

Sudah menjadi trend di Indonesia, baik orang kaya maupun orang biasa. Terutama anak-anak dan remaja, orang tua pun sama, hehe. Menjelang lebaran Idul Fitri tiba, mereka sibuk berbelanja pakaian untuk dipakai di hari raya.

Menjelang berakhirnya bulan Ramadan, toko-toko pakaian ramai diserbu orang berbelanja. Warga Indonesia non muslim penjual pakaian pun ikut kebanjiran rezeqi.

Baju, celana dan sandal baru sengaja disimpan dulu karena khusus buat dipakai di hari raya lebaran.

Orangtua yang kebetulan sedang tidak punya uang untuk membeli baju buat anaknya, mereka rela menjual kambing atau kerbau demi membahagiakan anaknya yang tamat berpuasa.

Kita seperti tidak ingat pernah diperlakukan manis oleh orangtua saat kita kecil dulu (hingga sekarang), di saat kita dewasa, sukses, berpendidikan tinggi, apa yang sudah kita berikan kepada orang tua yang telah melahirkan dan membesarkan kita?

Ampuni segala dosa-dosa hamba ya Allah. Sayangilah kedua orang tua hamba seperti mereka menyayangi hamba di waktu kecil. Aamiin..

#3. Menyiapkan aneka makanan dan kue lebaran

belanja kue kebiasaan orang Indonesia menyambut lebaran

Bisnis kuliner menjadi bisnis menggiurkan di bulan Ramadan, karena kebiasaan orang Indonesia menyambut lebaran selalu menyiapkan hidangan istimewa, aneka kue dan cemilan.

Bagi keluarga yang sibuk atau malas membuat kue lebaran, mereka cenderung membeli di tempat-tempat penjual kue lebaran. Soal harga tidak jadi masalah, asal suka berapapun mereka beli.

Namun tidak semua orang mampu membeli aneka makanan dan kue lebaran. Bagi sebagian orang yang kurang beruntung, jangankan untuk beli pakaian atau beli kue lebaran, buat makan pagi di hari raya juga belum ada beras.

Oleh karena itu, Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk mengeluarkan zakat fitrah agar umat Islam kembali menjadi manusia yang fitri (suci) serta membantu dan membahagiakan mustahiq zakat fitrah (fakir, miskin, fii sabilillah,dll.).

Itulah 3 tradisi yang biasa dilakukan oleh orang Indonesia untuk menyabut lebaran Idul Fitri. Semoga informasi ini berguna, terima kasih telah berkunjung. Salam!

Komentar

comments

Leave a Reply