Tekad blogger kampung sukses di dunia maya

Tekad blogger kampung sukses di dunia mayaHalo sahabat Banjarwangi.com! Artikel ini adalah artikel yang topik pembahasannya paling tidak jelas dan tidak penting disimak. Kalau anda tidak ingin waktu terbuang sia-sia, silakan tutup halaman ini kemudian buat karya tulis yang lebih hebat dan bermanfaat. Sebaliknya, jika sobat mau tahu kekonyolan blogger kampung yang bertekad mengadu nasib menjadi blogger sukses dan tenar di dunia maya, silakan luangkan waktu sejenak untuk menyimak tulisan berantakan dan tidak karuan ini.

Postingan kali ini akan menguak kisah blogger kampung yang nekad mengadu nasib di dunia maya. Seorang blogger dari desa yang bermimpi menjadi blogger sukses dan menjadi inspirasi bagi sesama.

Siapakah blogger kampung yang dimaksud?

Yang saya maksud blogger kampung pada postingan ini adalah admin blog Banjarwangi.com. Saya mewakili semua blogger kampung di Indonesia yang sedang mengadu nasib mencari peruntungan dari internet melalui tulisan-tulisan sederhana di blog sederhana pula.

Saya adalah blogger kampung yang masih level pemula. Meminjam istilah para ABG masa kini, blogger pemula bingits atawa blogger newbie (maaf kalau salah eja, aa ti kampung).

Suka duka blogger kampung

Seperti kata Aburizal Bakrie, selalu ada dua sisi mata uang. Ada baik ada buruk, ada susah ada senang. Begitupun yang dihadapi blogger kampung, ada suka ada duka. Inilah suka duka yang dihadapi blogger kampung:

#Suka

Suka atawa senang jadi blogger dari kampung karena teman dan tetangga di kampung saya masih sangat jarang yang tertarik menekuni dunia blogging. Sukanya bukan karena mereka tidak bisa ngeblog, justru saya ingin teman-teman di kampung menjadi blogger sukses. Tetapi saya senang karena menjadi bintang blogger level kampung.

Untuk level pemula yang baru mengenal blogging, dapat pengunjung blog 20 per hari juga sudah Alhamdulillah. Bangga rasanya ketika postingan dibaca oleh pengunjung luar negeri, lebih bangga lagi kalau pengunjung lokal meninggalkan komentar seperti yang sering dilakukan oleh mas Syamsu.

Selain itu, blogger kampung juga senang karena dapat membuka tabir isolasi yang selama ini dirasakan oleh orang desa serta dapat mengenalkan semua hal positif tentang kampung halamannya.

#Duka

Ini bukan keluhan, tetapi sebuah fakta. Untuk dapat mengakses internet di desa susahnya minta ampun karena jaringan telepon rumah belum menjangkau ke pelosok. Pun jaringan telekomunikasi nirkabel, signal 3G masih sangat sulit dijangkau. Untuk mendapat jaringan 3G sampai harus membawa notebook ke kebun pisang.

Saya tidak berhenti berharap, semoga PT. TELK*M, PT. TELK*MSEL, IND*SAT, dan provider telekomunikasi terkemuka lainnya di Indonesia bersedia memperluas jaringan telekomunikasi 3G dan 4G sampai ke pelosok desa kami dengan segera.

Akibat sulitnya akses internet di desa salah satunya yaitu waktu untuk mempublikasikan satu artikel pun bisa memakan waktu sampai 30 menit sampai 1 jam karena harus menunggu loading yang lumayan lama.

Selain kendala jaringan telekomunikasi, pemasangan listrik di desa juga masih belum dirasakan oleh semua warga. Memang menyedihkan dan sulit dipercaya, sampai saat ini masih ada rumah warga yang belum mendapat pelayanan Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Buktinya, sudah 20 tahun sejak pelebaran listrik ke desa kami masih banyak rumah yang belum dipasangi listrik sampai sekarang. Padahal sudah belasan kali mendaftar. Kata Cita Citata mah “Aku mah apa atuh?”

Jadi ingat lagu Kang Doel Sumbang, jelema gedemah daftar isuk hurung sore. Sobat Banjarwangi.com yang kenal dengan Menteri BUMN atau Dirut PT. PLN silakan share link artikel ini, agar Bapak-Bapak pimpinan PLN mendengar harapan rakyatnya.

Kondisi alam berbukit, tanah labil dan sarana transfortasi umum yang rusak parah juga menyulitkan petugas PLN untuk memperbaiki jaringan yang rusak akibat tertimpa pohon tumbang atau tiang listrik roboh tergerus longsor. Baca : Banjarwangi mati lampu lebih dari 24 jam.

Kembali ke “tekad blogger kampung sukses di dunia maya”.

Keterbatasan bukan halangan untuk meraih sukses. Seperti kata Mendikbud RI, Anies Baswedan, “lahir boleh di mana saja, tapi cita-cita harus di langit”. Begitupun ungkapan dalam film 5 CM :

tekad blogger kampung sukses di dunia maya 1

Ilustrasi (screenshoot film 5 CM)

Setiap kamu punya mimpi, keinginan atau cita-cita. Kamu taruh di depan kening kamu dan menempel, biarkan dia menggantung, mengambang 5 cm di depan kening kamu, jadi dia tidak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa impian kamu itu setiap hari, kamu liat setiap hari dan percaya bahwa kamu bisa! Bahwa kamu akan berdiri setiap kamu jatuh, apapun hambatannya kamu bilang sama diri kamu sendiri kalau kamu percaya sama impian kamu, dan kamu tidak akan pernah menyerah. Belum pernah ada bukti-bukti nyata dalam angka yang bisa dipecahkan oleh ilmu pengetahuan tentang bagaimana keajaiban sebuah impian, persahabatan, cinta dan keyakinan bisa membuat begitu banyak perbedaan yang bisa mengubah kehidupan manusia, belum pernah ada! Hanya mimpi dan keyakinan yang bisa membuat manusia berbeda dengan makhluk lainnya.

tekad blogger kampung sukses di dunia maya

Ilustrasi (screenshoot film 5 CM)

Yang kita perlu sekarang cuma jari yang mengetik lebih dari biasanya, mata yang akan menatap monitor notebook lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke bawah (keyboard), lapisan tekad yang 1000 x lebih kuat dari baja, hati yang akan lebih keras dari biasanya serta mulut yang akan selalu berdo’a.

Blogger kampung! Sebentar lagi puncak sukses. Semangat! Semangat!!

Saat saya mengikuti seleksi Pendidikan Dasar Wanadri (PDW) 2012, pelatih juga pernah bilang “tidak ada prajurit terlatih, yang ada prajurit yang terus berlatih”, hal senada juga dikatakan oleh Prabowo Subianto, “sekarang atau tidak sama sekali”.

Takdir sebagai blogger kampung yang bergelut dengan keterbatasan, tidak boleh menyurutkan tekad untuk mengerahkan kemampuan terbaik dengan didasari oleh niat tulus untuk berbagi informasi dan inspirasi bagi sesama. Tempat tinggal bukan alasan untuk tidak berkarya. Wanadri bilang, “Jangan mengeluh Tuan!”

Meminjam kata Bapak Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo “Kabinet Kerja, Indonesia Bisa!”, maka “blogger bekerja, blogger bisa!”, “koalisi blogger merah putih” dan “koalisi blogger Indonesia bersatu” terwujudlah cita-cita para pendiri bangsa, “Indonesia Raya”, hehe..

Bagaimana kalau pengunjung blognya terus-terusan sepi atawa turun drastis?

Mari cermati kata bang Iwan Fals dalam “Kupu-kupu hitam putih”:

Mendung menjadi teman, ada juga keindahannya

Titik embun yang ada di daun bagai intan berlian

Lebih riak ia berkilauan karena matahari tertutup awan

Suara burung-burung di dahan nyanyian alam

Berkerja dia menjadi makan ada juga yang membuat sarang

Iri aku menyaksikan itu tapi kutekan aku harus bersyukur

Berguru pada kenyataan, pada makhluk tuhan yang katanya tak berakal

Mendung datang lagi setelah hangat sebentar

Air embun hilang aku jadi termenung

Mencari pegangan mencoba untuk bersandar

Langit makin hitam aku jadi berharap pada hujan

Mari kita terjemahkan ke dalam nyanyian blogger:

Sepi pengunjung menjadi teman, ada juga keindahannya

Artikel yang ada di blog bagai intan berlian

Lebih banyak dan original karena pengunjung tak mau datang

Suara blogger di forum dan media sosial

Bekerja ia mencari trafik ada juga yang membuat backlink

Iri aku menyaksikan itu tapi kutekan aku harus bersyukur

Berguru pada kenyataan, pada blogger yang pendapatannya jutaan

Pengunjung turun lagi setelah naik sebentar

Pengunjung hilang blogger jadi termenung

Mencari pengalaman mencoba untuk blogwalking

Pengunjung makin sepi blogger jadi berharap pada adword

Satu lagi, simak syair lagu “Pohon Bakau” dari Abah Iwan Abdurachman (Wanadri):

Ku kagum pada hidupmu tak kenal badai dan ombak

Menatap datangnya hujan menanti terik mentari

Ku coba tuk menembusmu

Ku ingin tahu hatimu

Tak kuasa ku memelukmu

Aku manusia lemah

Hari ni kuberjanji di atas karang dan ombak

Ku tatap datangnya esok tersenyum menanti badai

Kalau diterjemahkan, kira-kira jadinya seperti ini:

Ku kagum pada blogmu, tak kenal malas posting

Menatap datangnya visitor menanti naiknya earning

Ku coba tuk menirumu

Ku ingin tahu jurusmu

Tak kuasa ku menyusulmu

Aku blogger pemula

Hari ini ku berjanji di atas Google dan Yahoo!

Ku tatap datangnya esok tersenyum menanti pengunjung

Ini lagu buat blogger pemula dari Abah Iwan Abdurachman:

 

Keheningan alam di tengah rimba sunyi

Ku berjalan seorang diri sebagai kelana

kudambakan jiwaku padamu oh kawanku

Ku berdo’a sepenuh hati semoga tercapai tujuanmu!

Waduh artikel ini sudah melebar kemana-mana, tidak terasa saya sudah menulis hampir 1.300 kata dengan topik tidak jelas. Maaf ya sobat! Semoga anda tidak menyesal membaca artikel tekad blogger kampung sukses di dunia maya ini. Isinya tidak nyambung dengan judul, tapi anggap nyambung saja biar di sana senang di sini senang.

Oh ya, dari tadi saya menyebut Wanadri-Wanadri terus. Sekedar informasi, Wanadri adalah perhimpunan pendaki gunung dan penempuh rimba tertua di Indonesia. Saya salah satu pengagumnya, pernah ikut seleksi PDW tahun 2012 namun gugur di medan seleksi. Sobat Banjarwangi.com yang ingin tahu lebih dalam tentang Wanadri, maaf saya tidak bisa memberi keterangan lebih banyak karena tidak berhak memberikan informasi. Silakan searching saja di Google dengan keyword Wanadri atau datang langsung ke Jalan Aceh 155 di Bandung.

Semoga kutipan kata-kata para seniman tadi dapat menumbuhkan harapan, menjadi inspirasi dan motivasi bagi para blogger kampung dan blogger pemula di Indonesia untuk tidak mudah menyerah meraih mimpi jadi blogger sukses. Salam!

Komentar

comments

Tags:

4 Comments

Leave a Reply