Pengertian, besar, waktu penyerahan, penerima dan niat zakat fitrah

Pengertian, besar, waktu penyerahan, penerima dan niat zakat fitrah Halo sobat Banjarwangi.com! Pada kesempatan ini saya akan mengulas sedikit tentang pengertian, besar, waktu penyerahan, penerima dan niat zakat fitrah.

zakat fitrah

Pengertian zakat fitrah

Zakat fitrah ialah zakat untuk mensucikan diri yang diwajibkan kepada setiap umat Islam dengan syarat-syarat yang sudah ditetapkan agar manusia kembali fitrah (suci) seperti keadaan manusia yang baru lahir.

Berikut adalah syarat yang menyebabkan individu wajib membayar zakat fitrah:

  • Individu yang mempunyai kelebihan makanan atau hartanya dari keperluan tanggungannya pada malam dan pagi hari raya.
  • Anak yang lahir sebelum matahari jatuh pada akhir bulan Ramadan dan hidup selepas terbenam matahari.
  • Memeluk Islam sebelum terbenam matahari pada akhir bulan Ramadan dan tetap dalam Islamnya.
  • Seseorang yang meninggal selepas terbenam matahari akhir Ramadan.

(sumber : wikipedia)

Tujuan zakat fitrah adalah agar para fakir dan miskin dapat ikut merayakan hari raya dan saling berbagi sesama umat islam.

Besar zakat fitrah

Besar zakat fitrah yang dikeluarkan yaitu sebesar satu sha’ (1 sha’=4 mud, 1 mud=675 gr). Atau setara dengan 675 gr x 4 = 2.700 / 1.000 = 2,7 kg atau 3,5 liter makanan pokok yang biasa dikonsumsi di daerah bersangkutan. Makanan pokok di Indonesia yaitu beras. Berarti besar zakat fitrah di Indonesia yaitu 2,7 kg beras.

Waktu penyerahan zakat fitrah

Waktu mengeluarkan zakat fitrah yaitu pada bulan Ramadhan. Waktu penyerahan zakat fitrah paling lambat sebelum orang selesai melaksanakan shalat Idul Fitri. Kalau melebihi batas waktu tersebut, maka makanan pokok yang dikeluarkan tersebut termasuk sedekah biasa.

Orang yang berhak menerima zakat fitrah

  1. Fakir: orang yang amat sengsara hidupnya, tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi penghidupannya.
  2. Miskin: orang yang tidak cukup penghidupannya dan dalam keadaan kekurangan.
  3. Amil : orang yang diberi tugas untuk mengumpulkan dan membagikan zakat.
  4. Mualaf : orang kafir yang ada harapan masuk Islam dan orang yang baru masuk Islam yang imannya masih lemah.
  5. Hamba sahaya: memerdekakan budak mencakup juga untuk melepaskan muslim yang ditawan oleh orang-orang kafir.
  6. Gharimin: orang yang berutang karena untuk kepentingan yang bukan maksiat dan tidak sanggup membayarnya. Adapun orang yang berutang untuk memelihara persatuan umat Islam dibayar utangnya itu dengan zakat, walaupun ia mampu membayarnya.
  7. Fisabilillah: yaitu untuk keperluan pertahanan Islam dan kaum muslimin. Di antara mufasirin ada yang berpendapat bahwa fisabilillah itu mencakup juga kepentingan-kepentingan umum seperti mendirikan sekolah, rumah sakit, madrasah, masjid, pesantren, ekonomi umat, dll.
  8. Ibnu sabil, Orang yang sedang dalam perjalanan yang bukan maksiat mengalami kesengsaraan dalam perjalanannya. Atau juga orang yg menuntut ilmu di tempat yang jauh yang kehabisan bekal. 

Niat zakat fitrah

niat-zakat-fitrah-diri-sendiri

Demikianlah informasi singkat tentang pengertian, besar, waktu penyerahan zakat fitrah, penerima dan niat zakat fitrah. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima kasih atas kunjungannya. Selanjutnya simak : Keutamaan dan pahala sedekah di bulan Ramadhan.

 

Komentar

comments

Leave a Reply