Butuh tekad baja untuk meraih hari kemenangan Idul Fitri

Butuh tekad baja untuk meraih hari kemenangan Idul Fitri

 

Butuh tekad baja untuk menuju hari meraih Idul FitriMarhaban yaa Ramadhan! Ramadhan sebentar lagi, mari kita sambut dengan penuh suka cita. Bulan suci Ramadhan selalu dinanti oleh umat Islam di seluruh dunia, karena Allah SWT membuka pintu rahmat dan ampunan bagi umat Islam yang menghendakinya.

tekad baja

Ilusrtrasi tekad baja : isigood.com

Baca : Keistimewaan bulan Ramadhan

Puasa adalah menahan diri, bukan hanya menahan diri dari makan dan minum. Melainkan menahan diri dari perbuatan yang dilarang Allah SWT. Puasa adalah pendidikan dan latihan dasar (DIKLATSAR) bagi kaum muslimin untuk melatih diri dan menempa jiwa agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa, peka serta peduli terhadap kondisi sosial di sekitarnya.

Menuju hari kemenangan Idul Fitri bukanlah hal yang mudah, syetan akan terus membisikkan godaannya kepada kaum muslimin untuk meninggalkan ibadah puasa Ramadhan. Dibutuhkan tekad baja untuk menahan diri dari godaan syetan demi meraih kemanangan Idu Fitri.

Selama satu bulan penuh, umat Islam akan diuji untuk menahan lapar dan dahaga. Kesabarannya menahan hawa nafsu, berkata kotor serta berbuat maksiat akan terus menuai godaan. Syetan tidak akan henti-hentinya berusaha menjerumuskan umat Nabi SAW ke dalam api neraka.

Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan ampunan, amal kebaikan akan dibalas dengan pahala berlipat ganda. Momentum ini sayang kalau dihabiskan dengan perbuatan sia-sia. Bulan Ramadhan sebaiknya memperbanyak amal shaleh seperti tadarus, sedekah, saling memafkan dan bertaubat dengan taubat yang sesungguhnya (taubatnnasuha) agar kita kembali fitri (suci).

Bagi saya, Ramadhan tahun ini bisa ngabuburit sambil ngeblog. Tahun-tahun sebelumnya saya belum terjun ke dunia tulis menulis di blog. Ramadhan tahun ini, insya Allah akan lebih asyik karena akan lebih banyak menghabiskan waktu di depan komputer daripada ngabuburit ke luar rumah.

Kalau salah memilih cara dan tempat ngabuburit, bisa-bisa pahala puasa kita batal. Sayang sekali, sudah menahan lapar dan haus, tapi puasanya tidak diterima. Ayo, kita bulatkan tekad sekeras baja untuk menjalani puasa Ramadhan tahun ini tanpa ada yang bocor sehari pun. Beratnya aktifitas sehari-hari tidak bisa jadi pembenaran untuk meninggalkan puasa.

Hitung-hitung latihan merasakan sulitnya hidup orang-orang yang tidak seberuntung kita, saudara-saudara kita yang cuma bisa makan pagi dengan garam sedangkan sore harinya harus menahan lapar karena tidak ada nasi yang bisa mereka makan. Kalau sudah bisa merasakan, akan muncul kepekaan dan kepedulian terhadap sesama. Seperti satu anggota tubuh, kalau tangan kanan terjepit, mulut spontan mengaduh, tangan kiri ikut memegang dan mata mengeluarkan air mata tanpa dipinta.

Kalau mereka selama bertahun-tahun mampu menahan lapar, kenapa kita yang hanya disuruh menahan lapar dari mulai terbit fajar sampai terbenam matahari sudah keluh kesah dan mencari tempat sepi agar bisa makan sebungkus nasi, minum secangkir kopi dan menghisap sebatang rokok? Memangnya siapa yang bisa bersembunyi dari pengawasan Tuhan Yang Maha Melihat?

Komentar

comments

Leave a Reply