Beras plastik buatan Cina hebohkan masyarakat Indonesia

Beras plastik hebohkan masyarakat Indonesia

beras plastik

Ilustrasi : sumber gambar liputan6.com

Beras plastik hebohkan masyarakat IndonesiaInformasi ditemukannya beras plastik di Bekasi Jawa Barat telah menyedot perhatian masyarakat Indonesia. Dikabarkan beras palsu tersebut mengandung folymer yang merupakan bahan pembuatan pipa plastik. Di negara Cina, beras plastik disebut Artificial Rise, harganya lebih mahal dari beras asli.

Menurut Pakar Kimia Universitas Indonesia (UI) Asma Wahyu, beras plastik di Cina terbuat dari campuran aci yang mengandung karbohidrat dan vitamin. Jadi beras plastik bukan terbuat dari plastik, tetapi terbuat dari bahan tepung yang ditambahkan vitamin. Beras plastik dilapisi oleh zat plasticizer dan dicetak menggunakan mesin Extruder Mechine. Tetapi Tribunjabar.co.id melansir beras palsu ini terbuat dari gabungan kentang, ubi jalar dan limbah plastik yang direkayasa sedemikan rupa sehingga berbentuk menyerupai beras.

Menurut Asma, penggunaan zat plasticizer dalam pembuatan beras plastik tergolong aman asalkan sesuai ketentuan. Yang tidak boleh adalah penggunaan zat pthalat atau PPC yang banyak digunakan sebagai bahan pembuatan pipa paralon. Ia menambahkan, kecil kemungkinan penggunaan pthalat dan PPC dalam beras plastik karena sifatnya anti air, jadi kalau dimasak hasilnya akan tetap keras. Badan Food and Drug (FAD) sudah menegaskan memperbolehkan penggunaan zat pthalat, karena penggunaan zat pthalat atau PPC bisa mengakibatkan penyakit kanker.

Menurut Kepala Bagian Pengujian Laboratorium Sucofindo, Adizam ZN, berdasarkan hasil pengujian laboratorium Sucofindo, beras plastik yang beredar di Bekasi mengandung polyvinyl chloride yang biasa digunakan dalam pembuatan piva PVC dan kabel listrik. Hasil screening Sucifindo menggunakan alat spectrum infrared, dari sampel beras yang diserahkan pemkot bekasi ditemukan senyawa kimia yang sudah dilarang di dunia Internasional, yaitu Benzyl Butyl Phtalate (BBT), Bis 2-ethylhexyl Phtalate (DEHP) dan Diisononyl Phtalate (DNIP).

Cara membedakan beras asli dan beras plastik; beras asli itu ada putih-putihnya di dalam sedangkan beras palsu cenderung bersih. Kemudian kalau beras asli dicuci airnya keruh, sementara beras plastik tetap bening. Bisa juga dibakar kalau leleh berarti palsu.

Masyarakat Indonesia harus lebih hati-hati memilih dan mengkonsumsi beras sebab dari dari beberapa berita yang dilansir media nasional, dapat dismpulkan bahwa beras plastik dinyatakan berbahaya bagi tubuh manusia.

Dari berbagai sumber.

Komentar

comments

Tags:

One Response

Leave a Reply