Tempat menyimpan uang orang desa tempo dulu

Tempat menyimpan uang orang desa tempo dulu

Tempat menyimpan uang orang desa tempo dulu – Hidup di perdesaan yang serba keterbatasan, baik fasilitas pribadi maupun sarana umum akibat kesenjangan pembangunan di desa dan di kota menjadi salah satu faktor penyebab lambatnya pertumbuhan ekonomi dan teknologi di pedesaan. Kesulitan yang mereka hadapi biasanya menjadi motivasi bagi generasi muda yang lahir di perdesaaan untuk belajar dan mengembangkan diri. Namun ada juga sebaliknya, tidak sedikit pelajar dari desa yang menunjut ilmu di kota malah larut dalam pergaulan bebas.

Kebijakan pemerintah pusat dan daerah dari masa ke masa selalu terjadi perubahan atau perbedaan. Contohnya pada Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid 1 dan 2 ada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan (PNPM MPd) yang dirasa sangat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di desa dan menyerap ratusan tenaga kerja. Program tersebut dihapus di masa Kabinet Kerja, diintegrasikan ke alokasi dana desa (ADD). Patut di syukuri karena desa akan menerima dana sangat besar di masa pemerintahan Kabinet Kerja.

Kembali ke tempo dulu, masa di bawah pemerintahan orde baru yang terkenal dengan rencana pembalingan lima tahun (repelita)nya. Pada masa tersebut, kemajuan teknologi di Indonesia belum berkembang pesat seperti sekarang ini. Pada zaman orde baru, Indonesia berhasil menjadi negara swasembada pangan. Pun program listrik masuk desa telah mendorong pertumbuhan ekonomi di perdesaan. Setiap pemimpin negeri dari masa ke masa memiliki jasa masing-masing.

cara orang desa menyimpan uang

Gambar : Ceriwis.com

Terkait dengan judul artikel di atas yaitu tempat menyimpan uang orang desa tempo dulu sangat sederhana. Dulu sebelum ada bank, tempat menyimpan uang orang perdesaan adalah di bawah bantal, di bawah kasur, celengan bambu, di atas langit-langit rumah atau di dalam kaso bambu. Mengambilnya tidak perlu antri atau diikenakan biaya administrasi seperti di bank saat ini, nasabah yang mengambil tabungannya di salah satu bank pemerintah harus membayar biaya administrasi penarikan. Meskipun demikian, sekarang mereka memilih bank sebagai tempat menyimpan uang yang paling aman.

Ada kebiasaan unik orang desa menyimpan uangnya, hal ini masih dilakukan oleh beberapa orang tua zaman sekarang. Tempat menyimpan uang ini terkesan tidak sopan, tapi seperti itulah adanya. Tempat menyimpan orang tua laki-laki yaitu di dalam peci (kopiah), sedangkan perempuan di balik BH.

Sebagai penutup tulisan ini, marilah kita renungkan syair lagi mas Iwan Fals.

Desa harus jadi kekuatan ekonnomi agar warganya tak hijrah ke kota

Sepinya desa adalah modal utama untuk berkerja dan mengembangkan diri

Walau lahan sudah menjadi milik kota, bukan berarti desa lemah tak berdaya

Desa adalah kekuatan sejati, negara harus berpihak pada para petani

Entah bagaimana caranya desalah masa depan kita

Keyakinan ini datang begitu saja karena aku tak mau celaka

Desa adalah kenyataan, kota adalah pertumbuhan

Desa dan kota tak terpisahkan tapi desa harus diutamakan

Di lumbung kita menabung datang paceklik kita tak bingung

Masa panen masa berpesta itulah harapan kita semua

Tapi tengkulak-tengkulak bergentayangan

Tapi lintah daratpun bergentayangan

Jika bermanfaat, mohon like fb page kami ya!!

Untuk apa punya pemerintah kalau hidup terus-teruan susah

Komentar

comments

Tags:

Leave a Reply