Ngurek, teknik berburu dan memancing belut di sawah

Ngurek,  teknik berburu dan memancing belut di sawah

Ngurek belut – Ngurek adalah salah satu cara atau teknik menangkap belut di pesawahan menggunakan kail. Bedanya ngurek dengan memancing adalah ngurek tidak menggunakan joran, sedangkan memancing di kolam atau di sungai biasanya memakai joran sebagai alat pancing. Istilah lain memancing di sungai tanpa memakai joran diebut neger.

Waktu yang tepat untuk ngurek belut di sawah adalah sore hari ketika kita sedang santai atau hiburan menghabiskan waktu luang. Ngurek belut di pesawahan membutuhkan kesabaran dan kejelian melihat lubang belut.

Alat yang digunakan untuk ngurek belut cukup sederhana, yaitu hanya menggunakan benang nylon yang dililit seperti tambang agar lebih kuat dan kail (urek). Umpan belut yaitu cacing, juga mudah di dapat di pematang sawah.

Ngurek belut di sawah akan terasa lebih seru apabila dilakukan ramai-ramai bersama teman sambil ngobrol, bercanda. Sensasi ngurek belut di pesawahan adalah ketika umpan mulai ditarik belut sawah. Karakteristik belut sawah biasanya menarik umpan dengan cepat, umpan akan di tarik ke dalam tanah cukup kuat. Agar benangnya tidak lepas, ikatkan ujung benang ke pergelangan tangan.

Ngurek belut tidak hanya dilakukan oleh anak-anak, tetapi bisa juga dilakukan oleh orang dewasa.  Belut sawah yang lezat dan bergizi harganya cukup mahal, bisa mencapai Rp. 25.000 – Rp. 30.000 per kg. Selain berburu belut sawah menggunakan urek, tentunya masih ada cara lain yaitu ‘ngobor’. Ngobor adalah teknik berburu belut di malam hari menggunakan lampu patromak atau lampu senter. Malam hari belut-belut sawah biasanya keluar lubang, cara mengambilkan yaitu ditebas memakai gergaji.

Ngurek belut di swah

Ngurek belut di swah, dokumentai mangle-online.com

 

Tips ngurek belut ala Banjarwangi.com

  1. Ngurek belut sebaiknya dilakukan sore hari agar terik matahari tidak terlalu membakar kulit.
  2. Ngureklah di sawah yang sudah dicangkul atau di sawah yang baru ditanami padi.
  3. Jangan ngurek di pematang sawah yang masih basah, karena bisa dimarahi pemilik sawah.
  4. Pandai-pandailah membedakan lubang belut dan lupang kepiting. Untuk membedakannya dibutuhkan pengalaman dan praktek lapangan, namun tidak perlu kursus untuk membedakan lubang belut dengan lubang lainnya.
  5. Cara memasukkan urek ke lubang belut yaitu dengan memutar-mutar benang urek, sambil berdecak (cek…cek….cek…cek…)
  6. Setelah umpan ditarik, biarkan belut menarik ureknya hingga belut tidak menariknya. Setelah itu giliran anda yang menarik belut itu hingga keluar. Dan kalau sudah begitu anda boleh tersenyum lebar dan bersorak gembira.
  7. Setelah belut berhasil di tangkap, harus hati-hati jangan sampai lepas karena blut sangat licin.
  8. Kalau sudah selesai ngurek belut, taruh urek di tempat yang aman agar dan hindarkan dari jangkauan anak-anak.

Sekian, selamat mencoba ngurek belut !

Komentar

comments

Tags:

One Response

Leave a Reply