Tradisi unik hajatan warga Kampung Nagrak

Tradisi unik hajatan warga Kampung Nagrak – Tradisi unik hajatan di Kampung Nagrak Desa Talagasari Kecamatan Banjarwangi Kabupaten Garut diwariskan secara turun temurun dari nenek moyang mereka. Kampung Nagrak ini memiliki tradisiĀ  unik dalam menggelar hajatan yang berbeda dengan kampung-kampung lainnya di Kabupaten Garut. Dan dari kebiasaan unik mereka itulah kita dapat mengambil pelajaran berharga tentang kebersamaan dan soliditas. Para politisi petinggi parpol yang sedang mengalami konflik internal juga bisa berguru pada warga Kampung Nagrak, bagaimana cara hidup rukun dan damai. Hadeuh..!

Kampung Nagrak yang memiliki tradisi unik itu merupakan sebuah kampung yang berada di wilayah pemerintahan Desa Talagasari Kecamatan Banjarwangi Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat. Lokasinya tidak jauh dari pinggir jalan raya Banjarwangi. Tradisi mereka dalam menggelar hajatan tegolong cukup unik dan langka, sehingga saya berani berpendapat Kampung Nagrak layak mendapat julukan Kampung Budaya di Kabupaten Garut.

tradisi unik hajatan kampung nagrak

Apabila ada yang menggelar hajatan, baik syukuran pernikahan atau khitanan, seluruh masyarakat terutama para pemuda Kampung Nagrak kompak turun tangan. Para pemuda tidak peduli dia lulusan sekolah tinggi atau hanya tamatan SD, mereka terlibat dalam acara hajatan warganya dari mulai mempersiapkan panggung, memasak sampai mengantarkan hidangan ke rumah-rumah warga. Mereka tidak dibayar, justru sebaliknya mereka ikut menyumbangkan hartanya. Dan tradisi unik ini dilakukan secara bergirilan.

Karena kekompakannya itulah, di Kampung Nagrak tidak ada acara hajatan yang biasa-biasa saja. Jangankan warga yang tergolong berada, (maaf) pun mereka yang tergolong ekonomi paling lemah pasti mampu potong kerbau pada acara hajatan. Tradisi unik Kampung Nagrak lainnya yaitu ketika membangun rumah. Mayoritas warga Kampung Nagrak punya keahlian sebagai tukang atau ahli bangunan, jika ada salah satu di antara mereka yang membangun/ merenovasi rumah, maka si pemilik rumah cukup menyiapkan makanan saja karena warga lainnya akan ikut membantu tanpa meminta upah kerja.

Ibu-ibu dan anak-anak pun tidak mau ketinggalan, kalau ada gotong royong seperti membangun masjid, jalan lingkungan, jembatan atau saluran irigasi dan fasilitas umum lainnya mereka tumpah ke lokasi pekerjaan, membantu sesuai kapasitas masing-masing. Terlebih lagi apabila ada musibah, mereka bergerak serentak seperti pasukan lebah. Tradisi unik Kampung Nagrak tidak tergerus perubahan zaman, mereka tetap melestarikan nilai-nilai luhur warisan budaya para pendahulunya.

Demikianlah sedikit informasi seputar tradisi unik Kampung Nagrak, semoga menginspirasi. Bagaimana dengan kampung anda? Kalau ada tradisi unik silahkan kirim artikelnya ke email Banjarwangi.com.

Komentar

comments

Tags:

One Response

Leave a Reply