Rukun Shalat menurut kitab fiqh Sapinatinnaja

Rukun Shalat menurut kitab fiqh Sapinatinnaja

Rukun Shalat menurut kitab fiqh Sapinatunnaja terdiri atas 17 poin. Sebagaimana diketahui oleh seluruh pemeluk agama Islam di muka bumi, shalat merupakan rukun Islam yang kedua setelah mengucapkan dua kalimat syahadat. Shalat merupakan tiangnya agama yang wajib dijalankan 5 kali sehari yaitu subuh 2 rakaat, dzuhur 4 rakaat, ashar 4 rakaat, maghrib 3 rakaat dan isya 4 rakaat. Dalam menjalankan shalat, kita harus memperhatikan rukun shalat agar ibadah shalat kita tidak sia-sia.

Dalam kitab fiqh Sapinatinnaja karangan Syeikh Al-Fadhili Salim bin Sumairil Hadhromi yang mengikuti madzhab Imam Syafi’i, rukun shalat terdiri atas 17 poin. Masing-masing rukun shalat itu wajib dikerjakan, tidak boleh ada yang terlewatkan satupun.

Rukun Shalat menurut kitab fiqh Sapinatinnaja adalah sebagai berikut:

1. Niat

Niat merupakan rukun shalat pertama yang artinya bermaksud mengerjakan sesuatu dan diikuti dengan perbuatan. Tempatnya niat di dalam hati, sedangkan hukum mengucapkan niat adalah sunat. Menurut kitab Sapinatinnaja niat shalat terbagi menjadi tiga tingkatan, pertama wajib bermaksud menjalankan shalat, wajib menentukan waktu shalat (dzuhur, ashar, maghrib, isya, atau subuh) dan wajib mentekadkan shalat fardu.

2. Takbiratul Ihram

Rukun shalat yang kedua adalah mengucapkan takbiratul ihram, yaitu lafadz “Allahu Akbar”. Syarat takbiratul ihram adalah 16:

  • Sambil berdiri
  • Harus menggunakan bahasa Arab
  • Mengucapkan lafadz “Allahu”
  • Mengucapkan lafadz “Akbar”
  • Pengucapan lafadz “Allah” dan “Akbar” harus tersusun yaitu “Allahu Akbar”.
  • Tidak boleh memanjangkan huruf “amzah” pada lafadz “Allah”
  • Tidak boleh memanjangkan huruf “ba” pada lafadz “Akbar”
  • Tidak boleh mentasydidkan huruf “ba” pada lafadz “Akbar”
  • Tidak boleh menambahkan huruf “wau” diantara dua kalimat “Allahu Akbar”
  • Tidak boleh menambahkan huruf “wau” sebelum “Allahu Akbar”
  • Tidak boleh ada jeda (berhenti) dalam mengucapkan kalimat “Allahu Akbar”
  • Seluruh huruf dalam kalimat “Allahu Akbar” harus jelas dan bisa didengar minimal oleh dirinya sendiri
  • Sudah masuk waktu shalat
  • Menghadap kiblat
  • Tidak boleh mengurangi, mengganti atau menambahkan huruf takibarul ihram
  • Makmum tidak boleh mendahului imam dalam mengucapkan takbiratul ihram.

3. Berdiri

Rukun shalat yang ketiga adalah berdiri. Shalat fardu wajib dilakukan dengan berdiri bagi yang mampu. Bagi orang yang sedang sakit, shalat boleh dilakukan sambil duduk atau berbaring.

4. Membaca surat al-Fatihah

Rukun shalat ke empat adalah membaca surat al-Fatihah. Syarat membaca surat al-Fatihah sebagai berikut:

  • Tertib, susunan ayatnya dibaca secara tersusun dari ayat pertama sampai terakhir.
  • Tidak boleh berhenti sampai surat al-Fatihah selesai dibaca.
  • Harus membaca huruf-huruf dalam surat-Fatihah dengan tajwid yang benar
  • Tidak boleh meninggalkan tasydid dalam surat al-Fatihah
  • Tidak boleh diam dalam waktu yang lama
  • Tidak boleh diam meskipun sebentar yang bermaksud memutuskan bacaan surat al-Fatihah
  • Harus membaca seluruh ayat dalam surat al-Fatihah, dimulai dari ayat pertama Bismillahirrahmanirrahiim, dan seterusnya sampai ayat terakhir.
  • Jangan salah membaca huruf karena akan berbeda makna
  • Membaca surat al-Fatihah sambil berdiri dan bacaan surat al-Fatihah harus terdengar minimal oleh dirinya
  • Tidak boleh mengucapkan huruf atau kalimat lain di antara surat al-Fatihah

5. Ruku

rukun shalat

Ruku

Rukun shalat yang ke lima yaitu ruku. Sebelum ruku, disunatkan mengangkat kedua tangan seperti saat mengucapkan takbiratul ihram.

6. Tumaninah dalam ruku

Tumaninah dalam ruku yaitu tidak tergesa-gesa dan tidak bergerak saat ruku. Apabila rukun shalat ini tidak dipenuhi, maka shalatnya tidak sah.

7. I’tidal

I’tidal yaitu berdiri setelah ruku. Dalam rukun shalat yang ini, disunatkan mengangkat kedua tangan setelah ruku.

8. Tumaninah dalam i’tidal

Rukun shalat ke delapan adalah tumaninah dalam i’tidal. Sama halnya seperti tumaninah dalam ruku, tidak boleh tergesa-gesa dan tidak bergerak beberapa saat sambil menyelesaikan bacaan i’tidal.

9. Sujud

Rukun shalat

Sujud

Rukun shalat ke sembilan adalah sujud masing-masing dua kali dalam satu rakaat. Syarat sujud sebagai berikut:

  • Menempelkan tujuh anggota tubuh pada tempat sujud. Yaitu kening, dua telapak tangan, dua dengkung dan dua telapak jari kaki.
  • Tidak boleh ada rambut atau benda lain yang menghalangi kening dengan tempat sujud
  • Menekan kepalanya sehingga kening menempel ke tempat sujud
  • Tidak boleh jongkok
  • Jangan sujud di atas benda yang bergerak, disebabkan oleh pergerakan orang itu
  • Merendahkan kepalanya dari anggota tubuh yang lain
  • Tumaninah dalam sujud

10. Tumaninah dalam sujud

Rukun shalat ke sepuluh adalah tumaninah dalam sujud, yaitu ada jeda waktu saat melakukan sujud.

11. Duduk antara dua sujud

Dalam masing-masing rakaat shalat harus terdiri atas dua kali sujud. Rukun sahat ke sebelas adalah wajib duduk antara dua sujud tersebut. Duduk antara dua sujud berbeda dengan duduk biasa. Caranya kedua kaki dilipat lurus ke belakang, telapak kaki kiri dilipat dibawah punggung kaki kanan, jari kaki kanan menekan lantai (sajadah), pinggul berada di atas dua telapak kaki dan kedua tangan di simpan di atas paha.

12. Tumaninah dalam duduk antara dua sujud

Rukun shalat yang ke duabelas yaitu tumaninah dalam duduk di antara dua sujud. Penjelasan mengenai tumaninah sama dengan penjelasan tumaninah sebelumnya.

13. Tasyahud akhir

Tasyahud akhir adalah rukun shalat yang dilakukan pada rakaat terakhir.

14. Duduk dalam tasyahud akhir

Tasyahud akhir harus dilakukan sambil duduk dengan pinggul menyentuh lantai (sajadah) kaki kanan dilipat lurus ke belakang, kaki kiri dilipat di bawah kaki kanan, jari kaki kanan menekan lantai (sajadah) dan kedua tangan berada di atas paha.

15. Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad saw.

Membaca shalat kepada Nabi Muhammad saw termasuk rukun shalat yang tidak boleh ditinggalkan.

16. Membaca salam

Membaca salam (Assalamu’alaikum) hukumnya wajib dalam shalat. Rukun shalat ini dilaksanakan sebagai penutup shalat.

Jika bermanfaat, mohon like fb page kami ya!!

17. Tertib

Tertib artinya melaksanakan rukun shalat secara tersusun. Mendahulukan rukun shalat yang harus didahulukan sesuai dengan urutan rukun shalat di atas.

Demikianlah rukun shalat menurut kitab Sapinatinnaja dan penjelasannya. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan hidayah dan kekuatan kepada kita yang beragama Islam untuk menjalankan segala perintah dan menjauhi segala perbuatan yang dilarang-Nya. Amiin.

Komentar

comments

Tags:

Leave a Reply