Gehu Adun, kriuk-kriuk maknyuss!

Gehu Adun merupakan kuliner khas Banjarwangi. Orang Sunda memang pintar menyingkat kata menjadi nama makanan, toge dan tahu disingkat menjadi gehu,  oncom di jero (oncom di dalam parutan singkong) disingkat jadi comro, colenak singkatan dari dicocol enak, aci di goreng disingkat menjadi cireng, aci dicolok menjadi cilok dan masih banyak lagi nama-nama makanan yang diambil dari singkatan nama bahan makanannya. Agar lebih lengkap, silahkan nanti tambahkan nama-nama makanan yang diambil dari singkatan pada kotak komentar di bawah.

Kuliner khas Banjarwangi yang satu ini disebut ‘Gehu Adun’. Disebut gehu adun karena pembuat cemilan yang terbuat dari toge, tahu dan dibalut tepung terigu itu bernama mang Adun. Kios gehu adun terletak di Kampung Burujul Desa Banjarwangi Kecamatan Banjarwangi Kabupaten Garut, tepatnya di seberang Madrasah Aliyah Al-Intishar Banjarwangi. Bagi yang kebetulan berkunjung atau sekedar lewat ke Banjarwangi, silahkan mampir untuk mencicipi nikmatnya gehu adun.

Gehu Adun ini rasanya khas serta campur pedas. Mang Adun menambahkan sedikit campuran tepung kanji sehingga gehu buatannya kriuk-kriuk maknyuss. Racikan bumbu rahasianya menyebabkan panganan sehat ini enak di lidah. Pemandangan alam sungai Cikaengan yang berada di bawah kios gehu mang adun menambah nikmatnya gehu hangat. Harganya pun terbilang sangat murah untuk ukuran gehu yang besar dan enak, harga gehu adun hanya Rp. 1000 per buah.

Mang Adun yang sebelumnya sempat membuka kios foto kopi dan pulsa elektrik di depan kantor Kecamatan Banjarwangi kini fokus berwira usaha di bidang kuliner siap saji. Ia merintis usahanya ini sudah hampir setahun, hasilnya memang cukup lumayan. Setiap hari gehunya semakin laris dan selalu habis diburu pelanggan.

Kegagalannya menjalani usaha pulsa elektrik tidak mematahkan semangatnya berwira usaha. Ia mau mengembangkan kreatifitas dan potensi yang dimilikinya. Makanan yang dianggap biasa telah ia sulap menjadi sajian luar biasa dan memiliki brand image yang cukup baik. Kemauan dan kreatifitasnya bisa menjadi inspirasi bagi anda yang ingin merintis usaha. Usaha kecil-kecilan jika ditekuni dan dikembangkan perlahan-lahan akan menjadi besar.

Siapa tidak kenal Bob Sadino, pengusaha yang sehari-harinya memakai celana pendek. Ia pernah jatuh miskin, bahkan ia pernah menjadi kuli bangunan dengan upah Rp. 100,-. Ia mengawali usahanya dengan mengurus 50 ekor ayam pemberian dari temannya, hingga akhirnya Bob menjadi pemilik tunggal pasar swalayan Kem Chick dan Kem Food yang mampu menjual ratusan ton sayuran segar serta ratusan ton daging segar dan olahan setiap bulan.

Gehu Adun tidak akan enak apabila terus diceritakan, langsung saja dicoba. Kalau ingin menyimak kisah pengusaha sukses Bob Sadino, tunggu artikel berikutnya. Salam Sukses!

Komentar

comments

Leave a Reply