Banjarwangi mati lampu selama lebih dari 24 jam

Banjarwangi mati lampu selama lebih dari 24 jam – Hujan deras disertai angin kencang, sambaran petir dan gledek mengguyur Kecamatan Banjarwangi Kabupaten Garut pada hari Kamis, 16 April 2015 yang terjadi sekitar pukul 15.00-17.00 WIB telah mengakibatkan jaringan listrik milik PLN mengalami kerusakan di beberapa titik. Angin kencang pada peristiwa mengerikan itu mampu menumbangkan pohon-pohon dan menimpa jalur listrik PLN sehingga Kecamatan Banjarwangi Kabupaten Garut mengalami mati lampu selama lebih dari 24 jam.

Akibat mati lampu yang berlangsung sehari semalam itu jaringan komunikasi terputus. Banjarwangi seolah terisolir selama 24 jam lebih. Kondisi alam yang berbukit dan pepohonan yang masih lebat menjadi resiko sering terganggunya jaringan listrik di Kecamatan Banjarwangi. Cuaca ekstrim telah mengurungkan niat petugas PLN untuk memperbaiki jalur listrik yang terganggu. Petir dan gledek yang tidak henti-hentinya berdentum keras sangat membahayakan keselamatan jiwa, sehingga wajar jika perbaikan jalur baru selesai menjelang magrib keesokan harinya.

Masyarakat mengaku kesal menunggu lampu yang tak kunjung menyala, tetapi tidak ada yang bisa diperbuat selain bisa berharap dan bertanya-tanya kapan lampu akan menyala. Banjarwangi seperti kembali ke 20 tahun silam, kala itu seluruh masyarakat Banjarwangi menggunakan lampu cempor dengan bahan bakar minyak tanah untuk penerangan. Lampu patromak sebagai lampu paling terang waktu itu hanya digunakan saat acara hajatan saja. Apabila berpegian malam hari, mayoritas masyarakat Banjarwangi memakai obor untuk alat penerangan. Apinya menyala membelah gelap malam, namun kini alat-alat penerangan seperti sangat sulit ditemui.

Selain merusak jalur listrik dan memutuskan sementara jaringan komunikasi di Banjarwangi, hujan deras dan angin kencang yang terjadi Kamis sore itu (16/4/2015) juga mengakibatkan banyak pohon tumbang yang sebagian menimpa rumah warga. Misalnya di Kampung Legok Desa Banjarwangi Kecamatan Banjarwangi Kabupaten Garut, sebuah rumah tertimpa pohon yang roboh akibat terbawa angin yang bertiup kencang. Beruntung kerusakan tidak terlalu parah dan tidak menimbulkan korban jiwa.

Akhir-akhir ini cuaca tidak menentu dan tidak bisa diprediksi. Alam yang sudah tua semakin rusak akibat ulah manusia. Sejatinya alam bukan warisan nenek moyang, melainkan titipan anak cucu kita yang harus dikembalikan dalam keadaan utuh.

Komentar

comments

One Response

Leave a Reply